Pasar AS Topang Penjualan Toyota Global, China dan Indonesia Justru Turun

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 28 Oktober 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil Toyota

Mobil Toyota

Penjualan Toyota global mencatat pertumbuhan 2,8 persen pada September 2025, ditopang oleh permintaan kuat dari pasar AS yang melonjak 14,2 persen. Capaian positif ini dirilis Toyota Motor Corporation, Senin (27/10/2025), meski penjualan di pasar penting Asia seperti China dan Indonesia justru mencatat penurunan.

Toyota Group (Toyota, Lexus, Daihatsu, Hino) menjual 949.153 kendaraan secara global pada September, sehingga total penjualan sembilan bulan pertama 2025 mencapai 8,358 juta unit. Angka kumulatif penjualan Toyota global ini naik 5,8 persen dibanding tahun lalu, didorong oleh model hibrida serta SUV baru seperti Lexus TX dan Grand Highlander di Amerika.

Di Asia, penjualan Toyota justru terkontraksi 0,2 persen, dengan pasar China turun 1 persen akibat berakhirnya subsidi dan sikap wait and see konsumen. Kondisi lebih buruk dialami pasar Indonesia, dimana penjualan Toyota anjlok 14 persen (YTD) akibat ketatnya proses kredit dan penerapan pajak baru.

Baca Juga :  Strategi "Multi-Pathway" Toyota, Tetap Setia pada Mesin Pembakaran Internal di Era Disrupsi Listrik

Penurunan di pasar Indonesia ini, menurut pengamat, menjadi sinyal serius bahwa daya beli konsumen segmen menengah masih tertekan oleh kondisi makroekonomi domestik. Tren ini memaksa Toyota untuk tidak hanya bergantung pada model hibrida premium, tetapi juga harus memikirkan ulang strategi harga di negara berkembang agar tetap kompetitif, katanya.

Kinerja positif juga terlihat di Eropa yang naik 5,7 persen berkat model Yaris, serta India yang tumbuh 12,3 persen didorong Innova Hycross. Pasar domestik Jepang justru turun 5,2 persen di September karena masalah produksi pasca-penarikan Prius, meski secara kumulatif masih mencatat pertumbuhan 5,7 persen.

Ketergantungan penjualan Toyota global pada pasar AS yang kuat di tengah perlambatan pasar China dan Indonesia menunjukkan tantangan baru di era pasca-pandemi. Keberhasilan Toyota di masa depan kini bergantung pada kemampuan adaptasi strategi di setiap regional yang memiliki tantangan unik, dari regulasi pajak hingga perang harga kendaraan listrik.

Baca Juga :  Toyota RAV4 Generasi Terbaru Resmi Meluncur di Jepang dengan Teknologi Full Elektrifikasi

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB