Kunci Baterai Solid-State Nissan: Teknologi ‘Dry Electrode’ Mitra AS LiCAP

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nissan telah berkolaborasi dengan mitranya LiCAP Technologies

Nissan telah berkolaborasi dengan mitranya LiCAP Technologies

Nissan mengumumkan kemajuan signifikan dalam teknologi baterai all-solid-state (ASSB) di Jepang, Kamis (30/10/2025). Produsen mobil ini menggandeng mitra AS, LiCAP Technologies, untuk menyempurnakan proses “dry electrode” yang menjadi kunci produksi massal baterai solid-state berkinerja tinggi pada tahun fiskal 2028.

Prototipe baterai solid-state Nissan ini diklaim mampu menggandakan kepadatan energi, yang berarti jarak tempuh EV bisa dua kali lebih jauh tanpa menambah ukuran baterai. Selain itu, waktu pengisian daya dipangkas drastis menjadi hanya sepertiga dibandingkan baterai lithium-ion konvensional yang saat ini mendominasi pasar.

Inovasi ini berpusat pada penggunaan elektrolit padat yang lebih aman dan stabil pada suhu tinggi. Nissan secara spesifik memanfaatkan teknologi “pengikat berserat” (fibrous binder) dari LiCAP Technologies untuk katoda. Bahan pengikat unik ini memungkinkan ion bergerak lebih efisien dalam proses manufaktur “dry electrode”.

Baca Juga :  Navara Baru 'Rebadge' Mitsubishi Triton, Nissan Pamer Suspensi Khusus Australia

Proses “dry electrode” ini, menurut Nissan, sangat krusial karena menghilangkan langkah pengeringan yang boros energi dalam produksi baterai konvensional. Langkah strategis Nissan mengakuisisi teknologi ‘dry electrode’ dari LiCAP ini, menurut analis, adalah pertaruhan untuk memutus dominasi rantai pasok China. Dengan menguasai manufaktur padat yang lebih murah dan efisien, Nissan tidak hanya mengejar performa EV, tetapi juga membangun kemandirian industri otomotif Jepang di era baru, katanya.

Nissan menargetkan biaya produksi baterai solid-state baru ini bisa ditekan hingga $75 per kWh, atau 30 persen lebih rendah dari rata-rata global pada 2024. Jika berhasil, aliansi Nissan-LiCAP ini dapat mengubah lanskap pasar mobil listrik global dengan menawarkan baterai jarak jauh yang aman dan murah.

Baca Juga :  Nissan Eporo, Burung AI Emosional Jadi Pendamping Digital di Mobil

Meskipun Nissan telah mengoperasikan lini produksi percontohan sejak Januari 2025, target komersialisasi 2028 mereka menghadapi persaingan ketat. Kompetitor seperti Toyota menargetkan 2027, sementara SAIC Motor milik China dan QuantumScape yang didukung Volkswagen bahkan menargetkan produksi massal pada 2026.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB