Bintang Korea Selatan Son Heung-min langsung menjadi fenomena baru di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, Senin (3/11/2025). Baru bergabung dengan Los Angeles FC (LAFC), mantan kapten Tottenham itu tampil impresif dengan 10 gol dan 3 assist hanya dalam 12 penampilan.
Performa gemilang Son Heung-min berlanjut di babak play-off MLS saat melawan Austin FC, di mana ia mencetak satu gol dan satu assist. Kontribusi vitalnya mengantar LAFC ke babak berikutnya dan membuatnya terpilih sebagai Pemain Terbaik di leg kedua.
Son Heung-min kini menjadi pusat permainan dan “lokomotif dalam sistem serangan LAFC,” tulis media AS. Statistik 10 gol dalam 12 laga ini menempatkannya di level elite, bahkan disebut-sebut melampaui capaian legenda lain seperti Zlatan Ibrahimovic atau Lionel Messi pada tahap awal karir mereka di MLS.
Keberhasilan adaptasi instan Son Heung-min ini, menurut pengamat, mematahkan mitos bahwa bintang Liga Premier membutuhkan waktu adaptasi lama di MLS yang dikenal sangat mengandalkan fisik. Kemampuan Son untuk langsung menjadi ‘lokomotif serangan’ membuktikan bahwa kualitas teknis dan kecepatan berpikirnya masih berada di level tertinggi, meski telah meninggalkan panggung Eropa, katanya.
Kemampuan Son Heung-min bergerak fleksibel dan pemikiran taktisnya dinilai sangat tajam, serta mampu membangun niat baik (chemistry) dengan cepat bersama rekan satu timnya. Dengan performa luar biasa ini, Son Heung-min diharapkan mampu memimpin LAFC melaju lebih jauh dalam perburuan gelar juara MLS musim ini.
Kehadiran Son Heung-min di MLS tidak hanya mendongkrak performa LAFC, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai salah satu bintang Asia terbaik di turnamen tersebut. Efek instan yang ia berikan menjadi bukti bahwa adaptasi cepat adalah mungkin, sekaligus menjadi standar baru bagi pemain bintang Eropa yang hijrah ke Amerika Serikat.






