Penyerang Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga, menegaskan kesiapan timnya untuk tampil maksimal dan mencuri poin dalam laga perdana Piala Dunia U-17 2025. Garuda Asia akan menghadapi Zambia di Aspire Academy, Doha, Qatar, Selasa (4/11/2025) malam ini, dalam laga pembuka Grup H.
Fadly Alberto, dalam konferensi pers daring pada Minggu (2/11/2025), menyebut laga pertama di Grup H ini sangat krusial untuk membuka peluang lolos. “Mungkin yang pertama, karena di grup kita lawannya tidak bisa dianggap enteng. Yang penting di match pertama kita bisa mencuri poin untuk laga selanjutnya,” ucap Fadly.
Pemain kelahiran 2008 itu menyadari beratnya persaingan di grup yang juga dihuni Brasil dan Honduras, namun tetap optimis. “Lawan kita Brasil juga tidak bisa dianggap enteng. Mungkin kaptennya juga sudah pernah main di tim senior Brasil,” ujarnya. Fadly memastikan seluruh pemain berkomitmen penuh menjalankan instruksi pelatih Nova Arianto, “Kami akan berjuang dengan sekuat tenaga dan kerja keras. Apa yang diberikan Coach Nova akan kami jalani sebaik mungkin,” kata Fadly.
Optimisme skuad Garuda Asia ini turut didorong oleh memori positif timnas senior dan U-23 yang sebelumnya meraih sukses di Qatar. Pelatih Nova Arianto secara terbuka berharap ‘tuah’ Qatar kembali berpihak pada Timnas Indonesia U-17. Keberhasilan menembus semifinal (U-23) dan lolos grup (Senior) di Doha menjadi preseden bahwa di atas kertas, segala kemungkinan masih terbuka bagi skuad muda ini, katanya.
Nova Arianto berharap momentum positif tersebut menular ke anak asuhnya di Piala Dunia U-17 2025. “Saya berharap Qatar kembali bersahabat dengan Timnas Indonesia,” kata Nova. Ia menambahkan, “Harapannya hasilnya bisa sama dengan Timnas senior maupun U-23. Semoga Timnas U-17 juga bisa lolos ke babak selanjutnya.”
Laga perdana melawan Zambia malam ini akan menjadi ujian mental sesungguhnya bagi Fadly Alberto dan kolega di panggung Piala Dunia U-17. Kesiapan strategi dan kerja keras yang dijanjikan para pemain Garuda Asia akan diuji, demi menjaga asa lolos dari grup neraka dan melanjutkan tren positif sepak bola Indonesia di Qatar.






