Lionel Messi menjalani salah satu laga terburuknya sejak berseragam Inter Miami saat timnya kalah 3-5 dari Chicago Fire pada pekan ke-32 MLS, Rabu (1/10/2025) pagi waktu setempat.
Bintang asal Argentina itu tampak kehilangan sentuhan magisnya. Selama 90 menit, Messi gagal memberi dampak berarti karena dijaga ketat oleh lini pertahanan Chicago Fire.
Tidak ada gol, tidak ada assist. Messi bahkan tidak mencatat satu pun dribel sukses. Catatan statistiknya terlihat mengejutkan: 25 kali kehilangan bola, melewatkan peluang emas, serta hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran dari total 11 percobaan.
Penampilan itu menjadi kontras tajam dibandingkan performa apik sebelumnya. Dalam tiga laga terakhir sebelum pertandingan ini, Messi berhasil mencetak lima gol.
Sejak ditahan imbang 1-1 oleh Toronto FC pada 28 September, produktivitas Messi terlihat menurun. Lawan seakan mulai menemukan cara untuk meredam pergerakannya.
Chicago Fire berhasil memanfaatkan kondisi tersebut. Serangan cepat mereka membuat lini belakang Inter Miami kewalahan.
Luis Suarez menjadi penyelamat bagi Inter Miami dengan torehan dua gol, sementara satu gol lain dicetak Tomas Aviles. Namun, itu belum cukup untuk mengimbangi agresivitas tuan rumah.
Kemenangan besar 5-3 yang diraih Chicago Fire tak hanya memberi tiga poin penting, tetapi juga semakin mendekatkan mereka ke babak play-off MLS musim ini.
Sebaliknya, Inter Miami kini harus menghadapi tekanan besar dalam perburuan gelar. Tim asuhan Javier Mascherano berada di peringkat keempat klasemen Wilayah Timur dengan 56 poin, tertinggal tujuh angka dari pemuncak klasemen Philadelphia Union, meski masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.
Kegagalan Messi dalam memanfaatkan peluang bahkan sempat terlihat jelas di dua momen krusial. Pada menit ke-52, tembakannya hanya mengenai tiang gawang. Menjelang akhir laga, sebuah sepakan jarak dekat melambung jauh di atas mistar.
Hasil ini menegaskan bahwa meski Messi tetap jadi sorotan, Inter Miami tak bisa hanya bergantung pada sang superstar. Ketika Messi dipatahkan lawan, daya ledak tim tampak ikut mengendur.






