Timnas Swedia melanjutkan krisis mendalam mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah dibantai Swiss 1-4 pada Minggu (16/11/2025) pagi. Kekalahan telak ini menjadi debut bencana bagi pelatih baru Graham Potter, yang kini harus berjudi lewat jalur play-off Nations League.
Hasil ini menempatkan Swedia di dasar Grup B dengan hanya 1 poin dari 5 laga, jauh dari harapan lolos otomatis. Debut Graham Potter, yang ditunjuk bulan lalu menggantikan kapten Chelsea, gagal total membangkitkan tim yang sedang terpuruk dan kewalahan menghadapi Swiss.
Lini depan Swedia yang diisi pemain mahal juga tumpul, Viktor Gyokeres absen karena cedera sementara Alexander Isak baru masuk di babak kedua. Kedua bintang Liga Premier itu tercatat belum mencetak satu gol pun sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2026, menunjukkan masalah produktivitas yang kronis.
Kegagalan Graham Potter di laga debut ini, menurut para pengamat, menyoroti betapa rusaknya fondasi timnas Swedia pasca-era Zlatan Ibrahimovic. Beban kini beralih dari kualifikasi reguler ke pertaruhan do-or-die di play-off, sebuah jalur yang jauh lebih berisiko bagi generasi emas Isak dan Gyokeres, katanya.
Meskipun kalah berat dan hancur di babak kualifikasi, Swedia secara teknis masih memiliki peluang lolos ke Piala Dunia 2026. Format baru FIFA memberikan jatah play-off kepada 4 tim pemenang grup Nations League yang gagal di kualifikasi, dan Swedia berstatus juara di Liga Bangsa-Bangsa C.
Harapan Swedia kini bergantung penuh pada kesuksesan di play-off Nations League, yang menjadi satu-satunya jalan realistis bagi Graham Potter. Kegagalan di kualifikasi ini harus segera dilupakan, jika generasi Isak dan Gyokeres tidak ingin absen dari panggung sepak bola terbesar di planet ini.






