Larangan Mobil Bensin 2035, CEO BMW Usul Ubah Perhitungan Emisi CO2

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 27 November 2025 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Larangan Mobil Bensin 2035, CEO BMW Usul Ubah Perhitungan Emisi CO2

Larangan Mobil Bensin 2035, CEO BMW Usul Ubah Perhitungan Emisi CO2

CEO BMW Oliver Zipse mendesak Uni Eropa (EU) untuk mempertimbangkan kembali larangan penjualan mobil baru bermesin pembakaran internal (ICE) pada 2035. Zipse memperingatkan, aturan kontroversial ini mengancam puluhan ribu pekerjaan di Jerman dan bertentangan dengan manfaat konsumen.

BMW tidak hanya menentang larangan mesin bensin, tetapi juga meminta EU mengubah cara penghitungan emisi CO2 yang hanya didasarkan pada knalpot. “Jika saya menggunakan baja ‘hijau’, saya ingin itu dihitung dalam peringkat CO2 saya,” tegas Zipse, menyebut metode saat ini “benar-benar usang” karena mengabaikan seluruh rantai nilai produksi.

Zipse menyebut hampir 50.000 pekerjaan di Jerman telah hilang tahun ini, yang kemungkinan terkait dengan regulasi baru yang membebani industri otomotif. Deutsche Welle juga sebelumnya memperingatkan jumlah total kehilangan pekerjaan di sektor otomotif Eropa dapat mencapai 51.500 pada tahun 2025.

Baca Juga :  Mercedes-Benz Gandeng Produsen China Kembangkan Mobil Listrik Murah

Upaya BMW meningkatkan penggunaan bahan daur ulang (seperti aluminium daur ulang dan jaring ikan) pada model seperti BMW iX3 menjadi sia-sia jika aturan EU hanya fokus pada emisi knalpot. Pendekatan holistik BMW ini, menurut analis, menunjukkan bahwa transisi karbon rendah membutuhkan insentif yang menghargai upaya produsen menggunakan bahan berkelanjutan dalam proses perakitan, katanya.

Selain mengubah perhitungan CO2, BMW juga mendorong pengembangan bahan bakar berkelanjutan seperti HVO100 (pengganti diesel) dan eFuel yang memiliki emisi karbon jauh lebih rendah. BMW juga mempercepat investasi pada teknologi hidrogen dan berencana meluncurkan model sel bahan bakar pertamanya (berbasis X5) pada 2028.

Desakan BMW ini menjadi kritik tajam terhadap pendekatan EU yang dinilai terlalu membebani larangan, alih-alih memberi solusi komprehensif yang menjaga daya saing industri Eropa. Pendekatan Zipse menuntut Uni Eropa untuk bersikap lebih fleksibel, mengakui bahwa teknologi seperti hidrogen dan eFuel adalah solusi vital untuk memenuhi target iklim tanpa mematikan basis manufaktur.

Baca Juga :  Mercedes-Benz CLA Listrik Versi China Debut, Patok Harga Agresif $34.900

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB