Dominasi Tesla di Pasar Global Kendaraan Listrik Mulai Runtuh

icon berita mobile

- Penulis Berita

Sabtu, 3 Januari 2026 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tesla Cybertruck. (Electrek)

Tesla Cybertruck. (Electrek)

Tesla menghadapi fase sulit setelah mencatat penurunan penjualan global selama dua tahun berturut-turut. Kondisi ini membuat perusahaan milik Elon Musk tersebut resmi kehilangan status sebagai produsen kendaraan listrik terlaris di dunia.

Berdasarkan laporan penjualan terbaru, kinerja Tesla pada kuartal keempat 2025 mengalami penurunan yang lebih dalam dari perkiraan analis. Persaingan yang semakin agresif, ditambah berkurangnya insentif kendaraan listrik di berbagai negara, menjadi faktor utama yang menekan performa perusahaan.

Pada periode Oktober–Desember 2025, Tesla hanya membukukan penjualan global sebanyak 418.227 unit, turun sekitar 15,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dua model andalan, Model Y dan Model 3, masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi lebih dari 400 ribu unit, namun belum mampu menahan laju penurunan total penjualan.

Baca Juga :  Robot Humanoid Tesla Tunjukkan Kemampuan Bela Diri, Elon Musk Pamer Video Latihan Optimus

Secara tahunan, Tesla mencatat penjualan 1,63 juta unit sepanjang 2025, merosot dari 1,78 juta unit pada 2024. Penurunan sekitar 8,5 persen ini menandai tahun kedua berturut-turut tren negatif, setelah penjualan perusahaan sempat mencapai puncaknya pada 2023.

Situasi tersebut menandai perubahan besar di industri kendaraan listrik global. Tesla yang selama bertahun-tahun memimpin pasar kini harus rela turun peringkat, seiring melemahnya permintaan dan portofolio produk yang dinilai mulai kehilangan daya tarik.

Tesla tidak memaparkan rincian penjualan berdasarkan wilayah, namun sejumlah analis menilai pasar Amerika Serikat memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan tersebut. Penghapusan insentif pajak federal kendaraan listrik senilai US$7.500, serta perubahan kebijakan efisiensi bahan bakar, dinilai membuat konsumen kembali melirik kendaraan bermesin pembakaran internal.

Baca Juga :  Denza Z9 GT Resmi Meluncur di Pasar Global dengan Tenaga 1.140 DK

Penurunan paling tajam justru terjadi pada lini kendaraan non-mass market. Penjualan Cybertruck, Model S, dan Model X pada kuartal keempat 2025 anjlok lebih dari setengahnya, dengan total hanya 11.642 unit atau kurang dari 3 persen dari keseluruhan penjualan global periode tersebut.

Sepanjang 2025, kelompok model tersebut hanya terjual sedikit di atas 50 ribu unit, jauh di bawah ekspektasi awal. Cybertruck sendiri sebelumnya diproyeksikan mampu terjual hingga 200 ribu unit, namun realisasinya meleset akibat permintaan yang melemah serta berbagai kendala produksi dan kualitas.

Di sisi lain, peta persaingan global berubah drastis. BYD, produsen asal China, berhasil mengambil alih posisi teratas sebagai pembuat kendaraan listrik terbesar dunia. Sepanjang 2025, BYD mencatat penjualan sekitar 2,26 juta unit kendaraan listrik, tumbuh 28 persen secara tahunan.

Baca Juga :  Mitsubishi Triton Street Tampil Lebih Segar, Namun Eksklusif Pasar Thailand

Peralihan kepemimpinan ini menegaskan bahwa industri kendaraan listrik kini memasuki fase baru. Persaingan tidak lagi hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga harga, skala produksi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan kebijakan dan preferensi konsumen global.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB