Eropa Kecam Tekanan Amerika Serikat Terkait Kedaulatan Denmark Atas Wilayah Greenland

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eropa Kecam Tekanan Amerika Serikat Terkait Kedaulatan Denmark Atas Wilayah Greenland

Eropa Kecam Tekanan Amerika Serikat Terkait Kedaulatan Denmark Atas Wilayah Greenland

Ketegangan diplomatik baru saja pecah di panggung internasional setelah sejumlah pejabat Amerika Serikat melontarkan pernyataan yang mempertanyakan hak kedaulatan Denmark atas wilayah Greenland.

Langkah berani dari pihak Washington ini seketika memicu kemarahan kolektif dari para pemimpin di benua biru yang memandang klaim tersebut sebagai ancaman serius terhadap integritas wilayah mereka.

Reaksi keras mengalir dari berbagai ibu kota negara Eropa sebagai bentuk solidaritas terhadap Denmark sekaligus penegasan posisi politik mereka.

Para petinggi di Amerika Serikat secara terbuka mulai meragukan status hukum dan sejarah yang mendasari kekuasaan Denmark atas pulau terbesar di dunia tersebut. Narasi yang dibangun oleh pihak AS seolah memberikan sinyal bahwa mereka memiliki kepentingan strategis yang jauh lebih besar di wilayah kutub tersebut dibandingkan negara-negara Nordik. Sontak saja, pernyataan ini dianggap sebagai bentuk campur tangan urusan dalam negeri yang tidak bisa diterima dalam tata krama diplomasi modern.

Greenland selama ini memang dikenal sebagai wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark yang memiliki nilai strategis luar biasa dari sisi militer dan sumber daya alam.

Para pemimpin negara-negara besar di Eropa tidak tinggal diam melihat sekutu seberang atlantik mereka mulai menunjukkan gelagat untuk menekan Denmark secara politik.

Mereka secara resmi mengecam retorika yang keluar dari gedung-gedung pemerintahan di Amerika Serikat tersebut melalui pernyataan bersama yang bernada sangat tegas. Bagi Eropa, kedaulatan sebuah bangsa atas wilayahnya adalah prinsip absolut yang tidak bisa ditawar-tawar oleh kekuatan luar mana pun, termasuk oleh Amerika Serikat.

Baca Juga :  Krisis Gaza Empat Bayi Palestina Meninggal Akibat Cuaca Dingin Ekstrem

Respons kuat juga datang langsung dari pimpinan otoritas di Denmark yang menyatakan bahwa diskusi mengenai status kepemilikan Greenland seharusnya sudah selesai sejak lama. Mereka menegaskan bahwa hubungan antara Kopenhagen dan Nuuk didasarkan pada konstitusi yang sah dan keinginan rakyat Greenland sendiri. Upaya mempertanyakan hak tersebut dianggap sebagai langkah mundur dalam hubungan bilateral yang selama ini terjalin cukup harmonis antar kedua negara.

Amerika Serikat tampak sangat berambisi untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan Arktik yang kini semakin terbuka akibat perubahan iklim global.

Ketertarikan Washington terhadap Greenland sebenarnya bukan hal baru, namun metode tekanan yang digunakan kali ini dianggap sudah melampaui batas kewajaran diplomasi. Para diplomat senior di Uni Eropa menilai bahwa cara-cara seperti ini justru akan merusak kepercayaan di dalam internal aliansi pertahanan NATO yang selama ini menjadi tulang punggung keamanan Barat.

Jika Amerika Serikat terus memaksakan narasi yang meragukan kedaulatan Denmark, dikhawatirkan akan terjadi keretakan yang lebih dalam di blok barat.

Kecaman dari Eropa ini mencakup berbagai aspek, mulai dari isu hukum internasional hingga etika hubungan antarnegara yang berdaulat.

Para pemimpin Eropa mengingatkan bahwa Greenland bukanlah sebuah komoditas atau aset properti yang bisa diperdebatkan kepemilikannya di meja perundingan tanpa persetujuan pihak terkait. Kedaulatan Denmark atas pulau es tersebut memiliki landasan historis yang sangat kuat dan telah diakui oleh komunitas internasional selama berabad-abad.

Baca Juga :  Australia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Pelanggar Didenda

Isu ini dengan cepat berkembang menjadi krisis kepercayaan yang cukup serius di antara para pemimpin transatlantik saat ini.

Beberapa pejabat di Uni Eropa bahkan menyerukan adanya kebijakan yang lebih mandiri dan tegas dalam menghadapi tekanan-tekanan politik dari pihak Amerika Serikat ke depannya. Mereka merasa bahwa Eropa harus memiliki sikap yang seragam untuk melindungi setiap jengkal wilayah kedaulatan anggotanya dari klaim sepihak negara lain. Sikap menentang yang ditunjukkan oleh Jerman, Prancis, dan negara-negara Nordik lainnya menjadi bukti bahwa Denmark tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini.

Pemerintah Denmark sendiri tetap konsisten dengan pendiriannya bahwa Greenland tidak untuk dijual atau dipindahtangankan di bawah tekanan apa pun.

Narasi yang dibangun oleh pejabat Amerika Serikat mengenai hak atas Greenland dipandang sebagai bentuk kesalahpahaman yang disengaja demi kepentingan geopolitik jangka pendek.

Para ahli hubungan internasional menyebutkan bahwa langkah AS ini mungkin saja berkaitan dengan persaingan global memperebutkan jalur pelayaran baru di wilayah kutub utara. Namun, mengabaikan kedaulatan negara lain demi tujuan tersebut dianggap sebagai strategi yang sangat berisiko bagi stabilitas keamanan global.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa Amerika Serikat akan menarik kembali pernyataan yang memicu kontroversi besar tersebut. Sebaliknya, beberapa pihak di Washington justru terlihat semakin gencar melakukan pendekatan yang memojokkan posisi Denmark di forum-forum tertentu. Hal inilah yang membuat kemarahan pemimpin negara-negara Eropa semakin memuncak dan sulit untuk diredam dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Badai Byron Gaza Tewaskan Puluhan Warga Palestina dan Anak-anak

Ketegasan Eropa dalam membela hak Denmark atas Greenland menjadi sinyal penting bagi dunia bahwa kedaulatan wilayah adalah hal yang sakral.

Solidaritas yang ditunjukkan oleh negara-negara tetangga Denmark ini diharapkan mampu memberikan tekanan balik bagi Amerika Serikat agar kembali menghormati hukum internasional.

Pertarungan pengaruh di wilayah Arktik diprediksi akan terus memanas, namun prinsip dasar kedaulatan negara tidak boleh dikorbankan demi ambisi kekuasaan semata.

Setiap pernyataan yang keluar dari pejabat pemerintahan harus memiliki dasar hukum yang jelas agar tidak menimbulkan kegaduhan di kancah global.

Kini publik internasional menunggu langkah diplomatik selanjutnya yang akan diambil oleh pihak Denmark maupun Uni Eropa secara kolektif. Apakah ketegangan ini akan mereda atau justru akan memicu sanksi diplomatik yang lebih berat terhadap pihak-pihak yang mencoba mengusik kedaulatan Greenland. Satu hal yang pasti, Eropa telah mengirimkan pesan yang sangat jelas bahwa mereka tidak akan tunduk pada tekanan pihak luar terkait urusan integritas wilayah mereka sendiri.

Stabilitas di kawasan Arktik sangat bergantung pada penghormatan terhadap batas-batas negara yang sudah diakui secara sah oleh hukum laut dan internasional.

Jika Amerika Serikat terus mempertanyakan hak sah Denmark, maka mereka harus bersiap menghadapi isolasi diplomatik dari sekutu-sekutu terdekatnya di Eropa.

Masa depan hubungan transatlantik kini tengah dipertaruhkan hanya karena ambisi sepihak atas sebuah wilayah otonom yang jauh di utara.

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB