Pabrikan Otomotif Global Bersatu Kembangkan Software Open Source demi Tekan Biaya Produksi

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sudah ada 32 anggota yang berpartisipasi dalam inisiatif untuk bekerja sama dalam mengembangkan perangkat lunak open source untuk model generasi baru untuk mempercepat inovasi dan mengurangi biaya.

Sudah ada 32 anggota yang berpartisipasi dalam inisiatif untuk bekerja sama dalam mengembangkan perangkat lunak open source untuk model generasi baru untuk mempercepat inovasi dan mengurangi biaya.

Industri otomotif global semakin memperkuat kolaborasi lintas perusahaan untuk menekan biaya dan mempercepat peluncuran kendaraan generasi baru. Salah satu langkah strategisnya adalah pengembangan perangkat lunak open source secara bersama-sama.

Mengacu pada pernyataan Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA), lebih dari 30 perusahaan otomotif dan pemasok komponen telah sepakat bekerja sama dalam inisiatif pengembangan software terbuka. Tujuannya jelas: memangkas biaya pengembangan, mengurangi pekerjaan berulang, serta mempercepat inovasi teknologi kendaraan.

Pengumuman perluasan kerja sama ini disampaikan dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, di tengah tekanan besar yang dihadapi industri otomotif akibat tingginya biaya elektrifikasi dan transformasi digital yang berjalan lambat.

Baca Juga :  Harga Mobil Triton 4x4 Terbaru 2026, Panduan Lengkap Sebelum Membeli

Dalam acara yang sama, CEO Nvidia Jensen Huang memperkenalkan platform AI terbaru Vera Rubin, sekaligus mengumumkan kolaborasi Nvidia dengan Bosch dan Microsoft untuk mengembangkan sistem kokpit kendaraan berbasis kecerdasan buatan.

VDA menyebutkan, produsen otomotif besar seperti Stellantis dan pembuat truk Traton telah menandatangani nota kesepahaman untuk bergabung dalam inisiatif ini. Sejumlah pemasok teknologi dan komponen ternama juga ikut serta, termasuk Schaeffler, Infineon, dan Qualcomm.

Dengan bergabungnya para pemain baru tersebut, jumlah anggota meningkat signifikan dari 11 perusahaan saat peluncuran awal tahun lalu menjadi 32 perusahaan saat ini. Anggota lainnya termasuk raksasa otomotif Jerman seperti Volkswagen, BMW, dan Mercedes-Benz.

VDA menargetkan kolaborasi ini mampu mengurangi beban kerja pengembangan dan pemeliharaan perangkat lunak hingga 40 persen, serta mempercepat waktu peluncuran produk ke pasar sekitar 30 persen. Efisiensi ini dinilai krusial di tengah persaingan ketat kendaraan listrik dan mobil berbasis perangkat lunak.

Baca Juga :  BMW Patenkan Sekrup Berbentuk Logo, Langkah Inovatif atau Penjara Bagi Pemilik Mobil?

CEO Eclipse Foundation, Mike Milinkovich, menilai peningkatan partisipasi ini mencerminkan perubahan besar dalam industri otomotif global. Menurutnya, pendekatan inovasi terbuka kini menjadi kebutuhan, bukan sekadar opsi.

“Semakin banyak perusahaan yang terlibat menunjukkan pergeseran global menuju pengembangan teknologi otomotif yang lebih kolaboratif dan terbuka,” ujarnya.

Ke depan, inisiatif open source ini diharapkan mampu menciptakan platform perangkat lunak bersama yang kompatibel lintas merek, mengurangi duplikasi pengembangan, serta mendukung percepatan teknologi kendaraan listrik, mobil terhubung, dan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS).

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB