Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berlian Koh-i-Noor (lingkaran merah) terjalin di mahkota ratu. Foto: Britanica

Berlian Koh-i-Noor (lingkaran merah) terjalin di mahkota ratu. Foto: Britanica

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, memicu perbincangan internasional setelah menyatakan keinginannya agar King Charles III mengembalikan berlian legendaris Koh-i-Noor ke India.

Pernyataan tersebut disampaikan Mamdani pada 29 April 2026, menjelang pertemuannya dengan Raja Charles III dan Queen Camilla dalam sebuah acara peringatan korban serangan September 11 attacks di New York.

Saat ditanya awak media mengenai topik yang akan dibicarakan jika memiliki kesempatan berbicara secara pribadi dengan Raja Inggris, Mamdani memberikan jawaban yang cukup mengejutkan.

“Jika saya berbicara langsung dengan Raja, saya akan memintanya untuk mengembalikan berlian Koh-i-Noor,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus utama acara tersebut tetap pada penghormatan terhadap para korban tragedi 9/11, bukan isu politik atau sejarah kolonial.

Baca Juga :  China Kerahkan 100 Kapal Militer ke Laut China Timur, Ketegangan Memanas

Belum diketahui apakah permintaan tersebut benar-benar disampaikan secara langsung saat pertemuan berlangsung. Dalam sejumlah foto yang beredar, terlihat Mamdani dan Raja Charles III berjabat tangan, berbincang santai, bahkan tampak tertawa bersama.

Namun, pernyataan tersebut langsung menuai reaksi dari sejumlah politisi Inggris. Salah satunya adalah Zia Yusuf yang mengecam pernyataan Mamdani dan menyebutnya sebagai bentuk “penghinaan terhadap Raja.”

“Berlian itu adalah bagian dari sejarah Inggris dan saat ini dipajang di Tower of London. Di situlah tempatnya,” tegasnya.

Berlian Koh-i-Noor dikenal sebagai salah satu permata paling terkenal di dunia, dengan berat sekitar 106 karat. Batu ini memiliki sejarah panjang yang melibatkan berbagai kerajaan di Asia Selatan sebelum akhirnya jatuh ke tangan Inggris pada abad ke-19.

Baca Juga :  Serangan Mengerikan Bondi Beach 16 Korban Tewas di Festival Komunitas Yahudi

Permata tersebut secara resmi menjadi milik Kerajaan Inggris setelah diserahkan kepada Queen Victoria pada tahun 1849, menyusul penandatanganan perjanjian damai dengan penguasa Punjab saat itu.

Sejak saat itu, Koh-i-Noor menjadi bagian dari koleksi perhiasan kerajaan Inggris dan kini terpasang pada mahkota yang pernah dikenakan oleh Queen Elizabeth The Queen Mother.

Namun, status kepemilikan berlian ini terus menjadi perdebatan internasional selama puluhan tahun. Pemerintah India telah berulang kali mengajukan permintaan resmi agar berlian tersebut dikembalikan, dengan alasan bahwa permata itu diambil selama masa penjajahan Inggris.

Tak hanya India, beberapa negara lain seperti Pakistan, Afghanistan, dan Iran juga mengklaim memiliki hak historis atas berlian tersebut.

Baca Juga :  Krisis Tenaga Kerja Global, Negara Maju Permudah Visa Pekerja Asing

Berita Terkait

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Meriahnya Perayaan Mardi Gras 2026 di Berbagai Negara Menjelang Masa Prapaskah

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB