Bintang UFC asal Irlandia, Conor McGregor, resmi dijatuhi sanksi larangan bertanding selama 18 bulan oleh Komisi Anti-Doping Olahraga (CSAD) setelah gagal memenuhi tiga kali kewajiban tes doping dalam kurun waktu satu tahun.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis 7 Oktober 2025, CSAD menyebut McGregor tidak hadir untuk menyerahkan formulir tes biologis pada 13 Juni, 19 September, dan 20 September 2024. Pelanggaran ini dikategorikan sebagai ketidakpatuhan terhadap sistem pelaporan lokasi yang menjadi kewajiban setiap atlet UFC.
Sistem tersebut mewajibkan petarung untuk memperbarui lokasi mereka secara berkala, agar pengawas dapat melakukan tes doping secara mendadak kapan pun. McGregor, yang kini berusia 37 tahun, mengaku sedang dalam masa pemulihan cedera dan belum memulai siklus latihan intensif saat tiga kali absen dari tes tersebut.
CSAD menegaskan bahwa meskipun McGregor telah bekerja sama penuh dalam penyelidikan dan memberikan penjelasan atas ketidakhadirannya, kepatuhan terhadap peraturan anti-doping tetap merupakan hal mutlak. “Terlepas dari faktor mitigasi, kepatuhan terhadap sistem pelaporan dan kemampuan melakukan tes mendadak sangat penting demi menjaga transparansi olahraga,” tulis pernyataan resmi lembaga tersebut.
Awalnya, CSAD menjatuhkan hukuman 24 bulan, namun dikurangi menjadi 18 bulan karena kerja sama dan pengakuan McGregor. Hukuman ini berlaku mulai 20 September 2024, sehingga ia baru dapat kembali bertanding setelah 20 Maret 2026.
Keputusan ini menjadi pukulan baru bagi mantan juara dunia dua divisi tersebut, yang belum tampil di oktagon sejak mengalami cedera patah kaki dalam laga melawan Dustin Poirier pada Juli 2021. Rencana comeback-nya di UFC 303 pada 2024 melawan Michael Chandler juga dibatalkan karena kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya.
Media olahraga Marca menilai sanksi ini memperpanjang masa absen McGregor dari dunia pertarungan. “Dia pernah menjadi simbol UFC, tetapi kini menghadapi masa istirahat terpanjang dalam kariernya,” tulis laporan itu.
Sementara itu, Presiden UFC Dana White membantah kabar bahwa McGregor akan tampil dalam acara khusus di Gedung Putih pada Juni mendatang. Meski begitu, McGregor diketahui masih berambisi untuk melakukan comeback besar, yang disebut-sebut sebagai salah satu momen paling ditunggu dalam sejarah UFC.
McGregor, yang lahir di Dublin pada 1988, dikenal sebagai salah satu petarung paling berpengaruh dan berpenghasilan tertinggi dalam sejarah UFC. Antara tahun 2015 hingga 2020, ia menjadi ikon utama promosi pertarungan dengan gaya flamboyan dan kepribadian kontroversial, membawa UFC mencetak rekor penonton dan pendapatan lewat laga-laga epik melawan Jose Aldo, Nate Diaz, dan Khabib






