Dari Korban Kekerasan Jadi Jenius Matematika, Kisah Nyata Jason Padgett yang Mengejutkan Dunia

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 9 Oktober 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Korban Kekerasan Jadi Jenius Matematika, Kisah Nyata Jason Padgett yang Mengejutkan Dunia

Dari Korban Kekerasan Jadi Jenius Matematika, Kisah Nyata Jason Padgett yang Mengejutkan Dunia

Hidup Jason Padgett berubah total setelah tragedi yang menimpanya pada malam 13 September 2002. Dari seorang pria biasa yang gemar berpesta, ia tiba-tiba menjadi sosok yang mampu melihat dunia melalui pola-pola matematika rumit sebuah transformasi yang membuat para ilmuwan kagum.

Padgett, lahir pada 1970 di Tacoma, Washington, dibesarkan dalam keluarga kelas menengah dan menjalani masa muda tanpa minat akademik. Namun semuanya berubah ketika ia diserang dua orang di luar bar karaoke. Pukulan keras di kepala membuatnya menderita cedera otak traumatis yang hampir merenggut nyawanya.

Pasca peristiwa itu, Padgett mengalami gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Ia kerap dilanda serangan panik dan takut berinteraksi di keramaian. Tetapi bersamaan dengan gangguan tersebut, muncul kemampuan aneh yang tak pernah ia miliki sebelumnya.

Baca Juga :  Presiden Venezuela Nicolas Maduro Didakwa di AS Picu Reaksi Keras Global

Beberapa hari setelah kejadian, ia mulai melihat dunia dalam bentuk pola geometris kompleks, dari air yang mengalir hingga sinar cahaya yang membentuk fraktal, grid heksagonal, dan garis-garis diskrit seperti bingkai film digital. Awalnya ia mengira sedang berhalusinasi.

Dua bulan kemudian, kemampuan barunya makin kuat. Ia mampu menggambar bentuk-bentuk matematika yang menggambarkan konsep abstrak seperti angka Pi, hanya dengan tangan dan intuisi visual. Seorang fisikawan yang melihatnya menggambar di mal menyarankan Padgett untuk mempelajari matematika secara serius. Sejak itu, perjalanannya menarik perhatian komunitas ilmiah.

Profesor Berit Brogaard dari University of Miami meneliti kondisi otak Padgett menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI). Hasilnya menunjukkan bahwa ia mengalami savant syndrome akibat cedera otak, salah satu fenomena langka yang hanya tercatat 15–25 kasus di dunia.

Baca Juga :  Israel Akui Somaliland, Somalia Tuding Rencana Tersembunyi Relokasi Rakyat Palestina

Berbeda dengan kebanyakan penderita savant bawaan yang unggul di bidang seni atau musik, Padgett justru mengembangkan kemampuan matematika dan visualisasi ilmiah tingkat tinggi.

Menurut Brogaard, perubahan seperti ini bisa mengaktifkan area otak tertentu yang sebelumnya tidak digunakan secara maksimal. Dalam penelitian lanjut, timnya juga menemukan bahwa stimulasi elektromagnetik tertentu (transcranial magnetic stimulation / TMS) pada otak orang sehat dapat sementara memunculkan kemampuan artistik atau numerik yang luar biasa.

“Memiliki keterampilan ajaib bisa datang dengan konsekuensi,” jelas Brogaard. Dalam kasus Padgett, kemampuan luar biasa itu datang bersama gangguan kecemasan dan trauma mendalam.

Meski hidupnya tak lagi sama, Padgett memilih untuk mendalami dunia yang kini ia lihat melalui matematika. Ia belajar sendiri fisika kuantum dan fraktal untuk menjelaskan pola visual yang muncul di pikirannya. Ia juga menciptakan ilustrasi ilmiah akurat dengan tangan, seperti Quantum Hand dan Photon Double Slit.

Baca Juga :  Panglima AD Libya Jenderal Mohammed al-Haddad Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Turki

Pada 2014, ia menerbitkan buku “Struck by Genius”, menceritakan perjalanan hidupnya dari korban kekerasan hingga menjadi inspirasi ilmuwan. Kini, selain menjual karya seni fraktalnya melalui situs pribadi jason-padgett.pixels.com, ia juga dikenal sebagai pelatih AI, penulis, dan pembicara TED yang menggabungkan seni dengan sains.

Dari tragedi kelam yang menimpa kepalanya, Jason Padgett menemukan cara baru memandang dunia bukan sekadar melalui mata, tetapi melalui rumus dan pola yang membentuk realitas itu sendiri.

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB