Dunia pendidikan tinggi kembali menegaskan peta persaingan globalnya. Dalam daftar terbaru Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, University of Oxford untuk ke-10 kalinya berturut-turut menduduki posisi teratas sebagai universitas terbaik di dunia, disusul Massachusetts Institute of Technology (MIT) di peringkat kedua.
Rilis resmi THE pada 9 Oktober 2025 menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Inggris masih mendominasi posisi 10 besar. Namun, pergeseran kecil pada beberapa universitas top menandakan kompetisi yang semakin ketat di antara lembaga pendidikan global.
Princeton University naik ke posisi tiga besar, sementara Harvard University turun ke peringkat kelima. Adapun University of Cambridge, Stanford University, dan Royal College London mencatat peningkatan performa di masing-masing kategorinya.
Di sisi lain, kebangkitan perguruan tinggi Asia mulai terasa. China berhasil menempatkan lima universitas di 40 besar dunia, naik dua posisi dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan India menyusul sebagai negara Asia dengan jumlah universitas terbanyak kedua setelah Amerika Serikat.
California Institute of Technology (Caltech), University of California, Berkeley, dan Yale University melengkapi daftar 10 besar yang tahun ini masih didominasi kampus-kampus riset kelas dunia.
THE menjelaskan bahwa pemeringkatan 2026 disusun berdasarkan 18 indikator penilaian yang dikelompokkan dalam lima pilar utama: kualitas penelitian (30%), pengajaran (29,5%), lingkungan penelitian (29%), internasionalisasi (7,5%), serta pendapatan dan paten (4%).
Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara reputasi akademik dan dampak riset di tingkat global.
Lebih dari 2.200 institusi pendidikan tinggi dari 115 negara dan wilayah disurvei dalam pemeringkatan kali ini. Dari Asia Tenggara, Vietnam mencatat kemajuan signifikan dengan 11 universitas masuk daftar, naik dua dibandingkan tahun lalu.
Peringkat tertinggi diraih oleh Universitas Ekonomi Ho Chi Minh City yang berada di rentang posisi 501–600 dunia.
THE menegaskan bahwa hasil ini mencerminkan transformasi pendidikan tinggi menuju inovasi dan kolaborasi global yang semakin terbuka. Lembaga-lembaga di Asia menunjukkan kapasitas akademik dan penelitian yang terus berkembang, menantang dominasi tradisional Barat dalam dunia pendidikan internasional.






