Ferrari Tunda Elektrifikasi Penuh Target Dipangkas Menjadi 20%

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 10 Oktober 2025 - 03:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produsen mobil mewah legendaris, Ferrari, mengumumkan penyesuaian besar dalam rencana strategis elektrifikasi mereka. Perusahaan asal Italia ini secara resmi memangkas target produksi mobil berbasis listrik sepenuhnya, atau Electric Vehicle (EV), untuk tahun 2030. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat tren industri otomotif yang bergerak cepat menuju energi terbarukan.

Semula, rencana ambisius Ferrari menargetkan 40% dari lini produksi mereka pada tahun 2030 akan diisi oleh model EV murni.

Namun, kini angka tersebut telah dipangkas drastis. Target baru yang ditetapkan oleh Ferrari adalah hanya 20% dari total produksi mereka yang akan berwujud mobil listrik sepenuhnya.

Pengurangan target ini mencerminkan sikap kehati-hatian Ferrari terhadap percepatan pasar dan kebutuhan unik konsumen mereka. Mobil Ferrari bukan sekadar alat transportasi; mereka adalah simbol kecepatan, suara, dan emosi yang erat kaitannya dengan mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine atau ICE).

Baca Juga :  Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Dengan memangkas target EV menjadi seperlima dari total produksi, Ferrari mengindikasikan bahwa sebagian besar lini mereka pada 2030 masih akan didominasi oleh teknologi lain.

Sisa 80% dari lini produksi mereka akan dibagi antara model hibrida dan mobil yang sepenuhnya menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) konvensional.

Keputusan untuk lebih fokus pada model hibrida menunjukkan upaya Ferrari untuk menyeimbangkan tradisi dan tuntutan regulasi. Teknologi hibrida memungkinkan Ferrari mempertahankan suara dan sensasi berkendara khas mereka, sembari tetap mematuhi standar emisi global yang semakin ketat.

Langkah ini juga bisa jadi merupakan respons terhadap data pasar internal mereka. Mungkin saja permintaan dari basis konsumen ultra-mewah mereka untuk EV murni tidak secepat yang diantisipasi sebelumnya.

Pembeli Ferrari mungkin masih menghargai deru mesin V8 atau V12 sebagai bagian integral dari pengalaman kepemilikan.

Strategi yang direvisi ini menempatkan Ferrari pada jalur yang lebih konservatif dibandingkan dengan banyak pesaing supercar lainnya di Eropa. Sejumlah pabrikan mobil mewah telah menetapkan tanggal yang lebih agresif untuk transisi penuh ke listrik.

Baca Juga :  Mercedes-Benz GLB 2027 Hadir dengan Pengisian Cepat 800V dan Opsi 7 Kursi

Namun, Ferrari harus mempertimbangkan faktor-faktor yang membedakan mereka dari merek lain. Sensasi akustik dan driving dynamics yang ditawarkan mesin ICE adalah elemen warisan yang sulit digantikan oleh motor listrik, sekencang apa pun performanya.

Oleh karena itu, peran mobil hibrida akan menjadi sangat penting.

Mobil jenis ini akan berfungsi sebagai jembatan teknologi. Model hibrida memberikan efisiensi yang lebih baik tanpa menghilangkan sepenuhnya pengalaman berkendara yang bertenaga dan penuh emosi.

Perubahan target ini juga dapat dilihat sebagai manuver strategis di tengah ketidakpastian regulasi dan infrastruktur pengisian daya global. Dengan mempertahankan porsi besar untuk ICE dan hibrida, Ferrari memberikan diri mereka fleksibilitas yang lebih besar dalam menanggapi perkembangan di masa depan.

Bagaimanapun, komitmen untuk memproduksi 20% EV pada tahun 2030 tetap merupakan lompatan besar bagi Ferrari. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak sepenuhnya mengabaikan masa depan mobil listrik. Melainkan, mereka memilih pendekatan yang terukur.

Baca Juga :  Iklan di Mobil Pribadi, Jeep Jadikan Layar Grand Cherokee Papan Reklame

Penyesuaian target ini adalah cerminan dari dinamika kompleks di pasar mobil high-end. Pasar ini berbeda dari segmen massal, di mana harga dan jangkauan tempuh menjadi faktor utama. Bagi Ferrari, emosi dan warisan merek adalah yang utama.

Keputusan Ferrari untuk menurunkan ambisi elektrifikasi mereka adalah pengingat bahwa transisi ke EV di segmen mobil supercar akan berjalan dengan kecepatan dan pertimbangan yang berbeda. Ini adalah keputusan yang didorong oleh kebutuhan untuk menjaga identitas merek yang unik.

Dengan menyeimbangkan antara model EV, hibrida, dan ICE, Ferrari berusaha memastikan bahwa mereka dapat melayani semua segmen basis pelanggan setianya. Pelanggan yang menginginkan teknologi terbaru sekaligus mereka yang menghargai sensasi tradisional mengemudi supercar Italia.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB