Samsung Electronics semakin memperluas kiprahnya di industri otomotif global setelah resmi menjadi pemasok chip semikonduktor untuk kendaraan listrik generasi terbaru BMW. Melalui divisi System LSI, Samsung memasok Exynos Auto V720 yang digunakan sebagai sistem infotainment dalam kendaraan (In-Vehicle Infotainment/IVI) pada model BMW iX3.
Chip IVI berperan sebagai pusat komputasi kendaraan yang mengelola berbagai fungsi penting, mulai dari informasi operasional secara real-time, tampilan multimedia beresolusi tinggi, hingga pemrosesan grafis untuk kebutuhan hiburan dan permainan berperforma tinggi.
Dengan kerja sama ini, Samsung secara resmi bergabung dalam rantai pasok teknologi inti BMW, setelah sebelumnya menjalin kemitraan serupa dengan Audi dan Volkswagen. Langkah tersebut mempertegas posisi Samsung sebagai salah satu pemain utama di segmen elektronik otomotif global.
BMW iX3 terbaru merupakan SUV listrik kompak sekaligus model produksi massal pertama BMW yang dikembangkan di atas platform listrik generasi baru Neue Klasse. Kendaraan ini diperkenalkan kepada publik pada ajang IAA 2025 dan dijadwalkan mulai dipasarkan di Korea Selatan pada paruh kedua tahun ini.
Ke depan, Samsung disebut berambisi memperluas cakupan pasokan chip untuk seluruh lini kendaraan BMW generasi berikutnya. Sejumlah pengamat industri memperkirakan prosesor Exynos Auto V920 akan digunakan pada BMW Seri 7 terbaru, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi pada mobil premium.
Kolaborasi ini sejalan dengan strategi jangka panjang Samsung yang menempatkan sektor mobilitas cerdas sebagai mesin pertumbuhan utama. Dalam kendaraan berbahan bakar konvensional, rata-rata digunakan sekitar 200–300 chip, sementara kendaraan listrik membutuhkan hingga 1.000 chip. Angka tersebut bahkan bisa melampaui 2.000 chip pada kendaraan otonom.
Potensi pasar inilah yang mendorong Samsung mempercepat ekspansi solusi semikonduktor otomotif, termasuk teknologi self-driving dan sistem bantuan pengemudi canggih.
Presiden Samsung Electronics, Lee Jae-yong, turut terlibat langsung dalam memperluas kerja sama dengan produsen otomotif global. Pada Maret 2025, ia mengunjungi kantor pusat BYD di Shenzhen untuk menjajaki kolaborasi strategis, serta menggelar pertemuan dengan CEO Mercedes-Benz, Ola Källenius, di Seoul guna memperkuat kemitraan di bidang mobilitas cerdas.
Sebagai bagian dari penguatan teknologi inti, anak usaha Samsung, Harman, juga mengumumkan akuisisi bisnis Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) milik ZF Friedrichshafen dari Jerman senilai sekitar 2,6 triliun won. Akuisisi ini menjadi yang terbesar di sektor elektronik otomotif Samsung sejak pembelian Harman pada 2017.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Samsung kian menegaskan ambisinya untuk menjadi pemasok teknologi utama di era kendaraan listrik dan mobil otonom global.






