CEO Ford, Jim Farley, menjadi pemimpin industri otomotif pertama yang secara terbuka mendukung langkah pemerintahan Donald Trump untuk merombak kembali standar efisiensi bahan bakar federal (CAFE).
Menurut Farley, aturan yang lebih longgar memberi ruang bagi produsen mobil untuk menawarkan pilihan yang lebih beragam mulai dari mesin bensin, hybrid, hingga kendaraan listrik tanpa tekanan penjualan EV seperti pada era Biden.
Dalam pernyataannya pada konferensi pers bersama Presiden Donald Trump, Farley menilai standar CAFE yang diperketat pada masa pemerintahan Biden telah mendorong kenaikan biaya produksi secara signifikan. Imbasnya, banyak model mobil berharga terjangkau sulit dipertahankan di pasar akibat beban kepatuhan yang semakin besar.
Farley menegaskan bahwa pendekatan baru pemerintahan Trump adalah “kemenangan untuk keterjangkauan,” karena memungkinkan Ford meluncurkan varian kendaraan dengan harga lebih kompetitif serta tetap mengembangkan teknologi ramah lingkungan.
Menurut Farley, kebijakan lingkungan sebelumnya memaksa produsen memprioritaskan penjualan mobil listrik dan hybrid ber-margin tinggi demi memenuhi persentase penjualan “kendaraan hijau.” Kondisi ini dinilai tidak mencerminkan kebutuhan pasar yang sebenarnya.
Ia menambahkan bahwa Ford memiliki banyak model EV dan hybrid, namun konsumen seharusnya tidak dipaksa untuk membeli kendaraan tertentu demi memenuhi aturan pemerintah.
Trump menyebut standar CAFE lama sebagai “penipuan mobil hijau,” karena dinilai membuat konsumen membayar lebih mahal untuk teknologi yang belum tentu mereka butuhkan. Pemerintahan Trump mengklaim bahwa kebijakan baru akan menciptakan mobil yang lebih terjangkau dan tetap ramah lingkungan, sekaligus mengurangi biaya kepatuhan bagi produsen.
Gedung Putih memperkirakan rumah tangga Amerika dapat menghemat hingga USD 109 miliar berkat pelonggaran tersebut. Pasar saham merespons positif, dengan sejumlah saham produsen otomotif mengalami kenaikan.
Perubahan standar CAFE juga menandai pembalikan dari peta jalan agresif yang dijalankan era Biden, yang menargetkan kenaikan efisiensi bahan bakar hingga 10 persen pada 2026. Aturan itu sebelumnya diperkirakan menambah hampir USD 1.000 pada harga mobil baru.
Farley membantah bahwa Ford akan mundur dari agenda kendaraan ramah lingkungan, namun menegaskan bahwa kebijakan yang realistis harus mempertimbangkan kemampuan pasar, biaya produksi, serta pilihan konsumen. Pandangan serupa juga diungkapkan oleh CEO General Motors, Mary Barra.






