Eksodus 491.000 Turis China Ancam Industri Pariwisata Jepang

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 18 November 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Turis China berbaris untuk check-in di bandara internasional ibukota Beijing pada 17 November. Foto: Kyodo

Turis China berbaris untuk check-in di bandara internasional ibukota Beijing pada 17 November. Foto: Kyodo

Industri pariwisata Jepang kini menghadapi ancaman krisis parah setelah hampir setengah juta turis China (491.000) membatalkan tiket pesawat mereka. Eksodus massal turis China ini dipicu oleh memanasnya ketegangan diplomatik, yang mendorong Beijing menyarankan warganya menghindari perjalanan ke Jepang.

Data independen industri penerbangan China menunjukkan 491.000 pembatalan tiket ke Jepang tercatat sejak 16 November, atau 32% dari total pemesanan. Dampaknya, 82% penerbangan terdampak pada 16 November, dengan tingkat pembatalan pada hari Minggu 27 kali lebih tinggi dari pemesanan baru.

Maskapai China, yang mendominasi rute ke Jepang, kini berisiko kehilangan pendapatan miliaran yuan dan telah menawarkan pengembalian dana gratis hingga 31 Desember. Sejumlah agen perjalanan besar milik negara di Beijing juga mengonfirmasi penghentian total penjualan paket tur ke Jepang akibat “situasi saat ini”.

Baca Juga :  Horor di Puerto Lopez Ekuador Lima Kepala Manusia Tergantung di Pantai

Krisis pembatalan turis China ini, menurut para analis, menjadi pukulan telak bagi industri pariwisata Jepang yang baru saja pulih pasca-pandemi dan sangat bergantung pada pasar Tiongkok. Pembatalan 491.000 tiket ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen geopolitik dapat menghancurkan rantai ekonomi pariwisata yang telah dibangun bertahun-tahun, katanya.

Turis China adalah pasar internasional terbesar bagi Jepang, dengan 7,49 juta kunjungan dalam sembilan bulan pertama tahun 2025 dan total belanja 590 miliar yen ($3,8 miliar) di Q3 saja. Sektor perhotelan Jepang, seperti Imperial Hotel Group dan Colowide Group, kini mulai menyuarakan keprihatinan serius atas potensi penurunan laba akibat gelombang pembatalan turis China tersebut.

Eksodus 491.000 turis China ini menjadi bukti nyata bahwa industri pariwisata modern sangat rentan terhadap gejolak politik, di mana imbauan diplomatik dapat seketika membekukan arus wisatawan. Insiden ini menegaskan bahwa ketergantungan ekonomi Jepang pada satu pasar pariwisata kini menjadi risiko strategis yang harus segera dievaluasi ulang oleh Tokyo.

Baca Juga :  Hongqi HS6 PHEV Resmi Meluncur, SUV Hybrid China Murah dengan Rekor Jarak Tempuh Dunia

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB