Ketua Foxconn Young Liu memperingatkan pasar mobil listrik (EV) China kini memasuki periode eliminasi yang kuat akibat persaingan sengit dan berkurangnya bantuan pemerintah. Liu memprediksi perusahaan start-up EV yang tidak menguntungkan akan segera tersingkir, membuka jalan bagi pasar yang lebih stabil dan terkonsolidasi.
Di tengah gejolak pasar, Foxconn menggeser investasi $2-3 miliar per tahun ke infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI), menjadikan server AI sebagai sektor pendapatan utama. Foxconn yakin industri EV akan mengulangi model zaman keemasan komputer pribadi, di mana manufaktur akan dialihkan sepenuhnya ke pihak ketiga.
Young Liu meyakini produsen EV akan didorong untuk menyewa pihak ketiga, mengikuti jejak Compaq yang memelopori outsourcing di tahun 1990-an. “Begitu ada contoh sukses mempekerjakan pihak ketiga, perusahaan lain akan segera mengikutinya. Itu telah terjadi di pasar PC,” kata Young Liu, yang memprediksi pasar mobil listrik maju sangat cepat ke titik boom yang sama.
Kegagalan start-up EV ini, menurut Liu, terletak pada fakta bahwa subsidi pemerintah China tidak cukup untuk menopang semua pabrikan di pasar yang terlalu padat. “Mereka tidak menghasilkan uang,” kata Young Liu. Situasi ini menunjukkan bahwa hype EV kini dituntut kembali pada fundamental bisnis yang sehat, di mana efisiensi dan profitabilitas harus mendahului ambisi pangsa pasar, katanya.
Dampak tekanan eliminasi ini tercermin dari produsen EV No. 1 China, BYD, yang mencatat penurunan laba kuartalan paling tajam dalam empat tahun dan merevisi turun target penjualan 2025 menjadi 4,6 juta kendaraan. Foxconn sendiri harus menunda target ambisius mereka untuk menguasai 5 persen pangsa pasar EV global pada 2025.
Prediksi Foxconn tentang fase eliminasi ini menjadi peringatan keras bagi produsen EV global bahwa persaingan tidak lagi di level desain, tetapi pada efisiensi rantai pasok dan biaya produksi. Kemenangan Foxconn di masa depan akan lahir dari kehancuran start-up lain, mengukuhkan mereka sebagai pemain kunci yang mendikte cara EV diproduksi di seluruh dunia.






