Gagal Penuhi Komitmen Produksi Lokal, Neta Terancam Digugat Pemerintah Thailand

icon berita mobile

- Penulis Berita

Senin, 12 Januari 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Neta

Neta

Kementerian Keuangan Thailand tengah menyiapkan langkah hukum terhadap Neta Auto Thailand, unit lokal produsen mobil listrik asal China, atas dugaan pelanggaran syarat program insentif kendaraan listrik nasional. Pemerintah berencana menuntut pengembalian lebih dari 2 miliar baht atau sekitar USD 63,7 juta subsidi yang telah diberikan sejak 2022.

Langkah ini diambil karena Neta dinilai tidak memenuhi kewajiban produksi dalam negeri sebagaimana yang disyaratkan dalam skema dukungan pemerintah Thailand untuk percepatan adopsi kendaraan listrik.

Subsidi Diberikan, Produksi Lokal Tak Terpenuhi

Dalam program insentif tersebut, konsumen kendaraan listrik berhak memperoleh subsidi hingga 150.000 baht per unit, dengan ketentuan pabrikan wajib merealisasikan produksi lokal dalam jangka waktu tertentu. Namun, menurut Kementerian Keuangan Thailand, Neta gagal mencapai target tersebut.

Baca Juga :  Protes Generasi Z Meksiko Meluas, Pembunuhan Wali Kota Picu Kemarahan

Pemerintah menyatakan telah berulang kali meminta Neta untuk mengembalikan dana subsidi, tetapi tidak mendapat respons yang memadai. Kondisi ini membuat opsi gugatan perdata menjadi langkah lanjutan yang kini dipertimbangkan secara serius.

Potensi Pembekuan Aset

Jika gugatan dikabulkan pengadilan, otoritas Thailand membuka kemungkinan untuk membekukan aset dan rekening bank Neta Auto Thailand sebagai upaya pemulihan dana negara. Proses hukum akan difokuskan pada entitas bisnis di Thailand, bukan perusahaan induk Hozon New Energy Automobile yang saat ini tengah menjalani restrukturisasi hukum di China.

Hingga saat ini, Kementerian Keuangan Thailand belum mengumumkan tanggal resmi pengajuan gugatan, namun memastikan proses persiapan hukum sedang berjalan.

Baca Juga :  Eva Schloss Saudari Tiri Anne Frank dan Penyintas Holocaust Meninggal Dunia

Posisi Neta di Pasar Thailand Mulai Terguncang

Neta masuk ke pasar Thailand pada 2022 dan sempat mencatat pertumbuhan pesat. Pada 2023, merek ini berada di peringkat kedua penjualan kendaraan listrik di Thailand, tepat di bawah BYD, mengungguli sejumlah merek China lainnya.

Namun, situasi berubah setelah perusahaan induknya mengalami restrukturisasi. Gangguan pasokan suku cadang mulai terjadi dan memicu gugatan kolektif dari konsumen, yang semakin menekan reputasi Neta di pasar Thailand.

Risiko Meluas ke Merek China Lain

Kasus Neta bukan satu-satunya. Pemerintah Thailand mengungkapkan bahwa beberapa produsen kendaraan listrik China lainnya juga berpotensi menghadapi masalah serupa karena belum sepenuhnya memenuhi komitmen produksi lokal.

Baca Juga :  Tokyo Meradang! Kecam Keras Pernyataan Diplomat China Soal Taiwan

Kementerian Keuangan Thailand menegaskan akan terus menertibkan program insentif agar dana negara tepat sasaran dan mendorong investasi nyata, bukan sekadar impor kendaraan jadi.

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB