Houthi Hukum Mati 17 Warga Yaman, Dituduh Mata-Mata Inggris dan Mossad

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 23 November 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa dalam persidangan pengadilan pidana di ibu kota Sanaa pada 22 November. Foto: Saba

Terdakwa dalam persidangan pengadilan pidana di ibu kota Sanaa pada 22 November. Foto: Saba

Pengadilan Houthi di Sanaa, Yaman, menjatuhkan vonis mati terhadap 17 orang atas tuduhan memata-matai negara asing. Vonis mati yang diumumkan pada 22 November 2025 itu menyasar kelompok yang dituduh berkolusi dengan Inggris, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan dinas intelijen Israel Mossad.

Sebanyak 17 terdakwa dijatuhi hukuman tembak di depan umum, sementara dua lainnya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Pengadilan pidana Houthi menuduh para terdakwa menghasut perekrutan warga Yaman, yang berujung pada pemboman fasilitas militer dan sipil Houthi hingga menewaskan puluhan orang.

Menurut pengadilan Houthi, Mossad mengarahkan para terdakwa, menyediakan peralatan komunikasi terenkripsi, dan aplikasi pelacakan lokasi. Mereka dituduh memberikan informasi sensitif mengenai posisi, jadwal, dan rahasia puluhan pemimpin Houthi, termasuk lokasi peluncur rudal.

Baca Juga :  Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Vonis mati terhadap 17 orang ini, menurut pengamat Timur Tengah, merupakan respons Houthi untuk menunjukkan ketegasan di tengah eskalasi serangan balasan AS, Inggris, dan Israel di Yaman. Aksi penindakan spionase ini diintensifkan setelah serangan udara Agustus lalu yang menewaskan kepala penegak hukum Houthi, Ahmed Ghaleb Nasser al-Rahawi, yang dianggap sebagai pukulan serius, katanya.

Selain hukuman mati, pengadilan juga menjatuhkan denda, penyitaan properti, dan perintah deportasi bagi terdakwa lainnya. Pengacara Abdulbasit Ghazi yang mewakili para terdakwa mengatakan pihaknya akan mengajukan banding atas putusan pengadilan Houthi tersebut.

Hukuman mati di Sanaa ini menjadi simbolisasi bahwa kedaulatan Houthi tengah dipertaruhkan dalam konflik Laut Merah dan Gaza. Kasus mata-mata ini menegaskan bahwa Yaman yang dilanda perang kini menjadi medan pertempuran utama bagi kekuatan intelijen regional dan global.

Baca Juga :  Jepang Diguncang Gempa 6,8 Magnitudo, Peringatan Tsunami Dibatalkan

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB