Industri Mobil Listrik China di Ujung Seleksi Alam, Puluhan Merek Terancam Tersingkir pada 2026

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri mobil listrik China diperkirakan akan menghadapi guncangan besar pada 2026. Meski selama beberapa tahun terakhir produsen kendaraan listrik asal Negeri Tirai Bambu terus membanjiri pasar global, tekanan struktural di dalam negeri mulai menunjukkan dampaknya.

Sejumlah analis memperkirakan 2026 akan menjadi tahun krusial yang memicu proses “seleksi alam” di industri kendaraan listrik China. Puluhan merek yang selama ini bertahan dengan margin tipis diprediksi terpaksa mengecilkan skala usaha, bahkan menghentikan operasional sepenuhnya.

Laporan yang dikutip dari berbagai pengamat industri menyebutkan bahwa pengiriman kendaraan baru di China diproyeksikan turun sekitar 5 persen pada tahun depan. Jika terjadi, ini akan menjadi penurunan terdalam sejak 2020. Salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya dukungan pemerintah serta masalah klasik kelebihan kapasitas produksi.

Baca Juga :  Mercedes-Benz Gandeng Produsen China Kembangkan Mobil Listrik Murah

South China Morning Post melaporkan, sekitar 50 produsen mobil listrik China saat ini berada dalam kondisi merugi dan berisiko tersingkir dari pasar pada 2026. Tekanan tersebut semakin berat karena mayoritas produsen belum mampu menciptakan produk yang benar-benar menarik bagi konsumen muda, segmen utama kendaraan listrik.

Qian Kang, pelaku industri komponen otomotif di China, menilai waktu tidak lagi berpihak pada produsen yang gagal membangun daya tarik produk. Menurutnya, kinerja keuangan pada tahun mendatang akan menjadi penentu hidup-matinya banyak merek mobil listrik.

Saat ini, industri otomotif China berada dalam posisi menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah Beijing. Salah satu faktor kunci adalah keputusan terkait insentif pembelian kendaraan listrik. Subsidi pertukaran kendaraan listrik senilai sekitar 2.900 dolar AS diperkirakan tidak lagi diperpanjang, sementara insentif pemotongan pajak 10 persen akan berakhir pada penghujung tahun ini.

Baca Juga :  Hongqi HS6 PHEV Resmi Meluncur, SUV Hybrid China Murah dengan Rekor Jarak Tempuh Dunia

Mulai awal 2026, konsumen China hanya akan menikmati tarif pajak preferensial sebesar 5 persen hingga 2028. Penurunan insentif ini dikhawatirkan semakin menekan permintaan kendaraan listrik di pasar domestik.

Di sisi lain, perang harga antarprodusen mobil listrik China memang berhasil membuat kendaraan listrik semakin terjangkau bagi masyarakat luas. Namun, strategi tersebut juga menggerus profitabilitas hampir seluruh pemain di industri ini.

Investasi besar-besaran di sektor riset dan pengembangan, ditambah perlombaan memperluas lini produk, membuat struktur biaya industri membengkak. Akibatnya, hanya segelintir produsen yang mampu mencatatkan keuntungan secara konsisten.

Seorang investor otomotif China menyebut era euforia pendanaan mobil listrik telah berakhir. Menurutnya, industri kini memasuki fase bertahan hidup, di mana hanya perusahaan dengan fondasi keuangan kuat yang akan mampu bertahan.

Baca Juga :  Xiaomi Uji SUV YU9 di Ketinggian 4.000 Meter, Tanda Masuk Fase Pra-Peluncuran

Beberapa nama besar seperti BYD, Li Auto, dan Seres disebut sebagai pengecualian langka yang masih mampu mencetak keuntungan. Ke depan, pemain besar ini diperkirakan akan semakin agresif mengekspansi pasar luar negeri demi menjaga pertumbuhan.

Penelitian dari konsultan AlixPartners memperkuat gambaran suram tersebut. Studi mereka menunjukkan hanya sekitar 10 persen merek mobil listrik China yang berpotensi mencapai profitabilitas dalam beberapa tahun ke depan.

Jika tren ini berlanjut, 2026 bukan hanya menjadi tahun penurunan, tetapi juga momen konsolidasi besar-besaran yang akan mengubah peta industri mobil listrik China secara drastis.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB