Industri otomotif dunia tengah berada dalam situasi penuh ketidakpastian menyusul memanasnya konflik di sekitar Nexperia, produsen chip asal Belanda yang memiliki peran krusial dalam rantai pasokan semikonduktor global. Sengketa hukum dan geopolitik yang melibatkan Eropa dan China kini berkembang menjadi ancaman nyata bagi ketersediaan komponen penting kendaraan.
Nexperia dikenal sebagai salah satu pemasok utama chip semikonduktor generasi lama (legacy chips) yang meskipun teknologinya tidak mutakhir, justru sangat vital bagi industri otomotif, elektronik konsumen, dan peralatan industri. Chip jenis ini digunakan dalam sistem pengereman, sensor, pengendali mesin, hingga sistem infotainment mobil modern.
Masalah mulai memuncak ketika pengadilan Belanda pada Oktober 2025 mengambil alih kendali manajemen Nexperia dari induk perusahaannya, Wingtech Technology, perusahaan asal China. Langkah ini diambil atas dasar kekhawatiran kebocoran teknologi dan risiko keamanan nasional, sekaligus menandai babak baru ketegangan teknologi antara Eropa dan China.
Sejak saat itu, Nexperia secara de facto terbelah menjadi dua kubu: entitas yang dikelola oleh administrator pengadilan di Belanda dan unit produksi yang masih terhubung erat dengan Wingtech di China. Kondisi ini memicu gangguan operasional serius, termasuk terhentinya aliran wafer—bahan baku utama chip—ke sejumlah fasilitas produksi.
Bagi industri otomotif, dampaknya langsung terasa. Sejumlah pabrikan mobil dilaporkan harus menyesuaikan jadwal produksi akibat keterbatasan pasokan chip. Beberapa produsen besar bahkan terpaksa mencari pemasok alternatif dalam waktu singkat, meski tidak semua chip Nexperia mudah digantikan.
Di tengah tekanan tersebut, Eropa mendorong strategi “de-risking”, yakni mengurangi ketergantungan pada China tanpa sepenuhnya memutus hubungan dagang. Nexperia versi Belanda pun mulai menggelontorkan investasi besar untuk memperluas fasilitas produksi di luar China, termasuk di Asia Tenggara, demi memastikan kesinambungan pasokan.
Sementara itu, pihak Wingtech memilih memperkuat rantai pasok domestik China dengan mencari sumber wafer alternatif dan meningkatkan kemampuan produksi mandiri. Kedua langkah ini menandakan bahwa skenario pemisahan permanen Nexperia bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan opsi yang sedang dipersiapkan.
Konflik Nexperia kini dipandang sebagai “titik rawan baru” dalam persaingan semikonduktor global. Meski hanya bergerak di segmen chip sederhana, perannya yang tak tergantikan membuat setiap gangguan berpotensi memicu efek domino besar, terutama bagi industri otomotif yang masih bergantung pada stabilitas pasokan chip.






