Penulis asal Hungaria, László Krasznahorkai, resmi dianugerahi Hadiah Nobel Sastra 2025 oleh Akademi Swedia atas karya-karyanya yang disebut “menegaskan kembali kekuatan seni di tengah era apokaliptik.”
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Mats Malm, sekretaris tetap Akademi Swedia, dalam upacara di Stockholm pada Kamis (13.00 waktu setempat).
Menurut pernyataan resmi Akademi, novel-novel Krasznahorkai “penuh daya tarik dan memiliki visi mendalam di tengah-tengah era horor apokaliptik, menegaskan kembali kekuatan seni.” Mats Malm menyebut dirinya “menghubungi Krasznahorkai melalui telepon saat sang penulis tengah berada di Frankfurt, Jerman.”
Sebagai pemenang, Krasznahorkai akan menerima 11 juta krona Swedia (lebih dari 1,1 juta dolar AS atau sekitar 30,9 miliar rupiah), medali, serta sertifikat penghargaan yang akan diserahkan pada Desember di Stockholm.
Ketua Komite Nobel, Anders Olsson, menggambarkan Krasznahorkai sebagai “master epik Eropa Tengah” yang mengikuti jejak Kafka dan Thomas Bernhard dengan gaya satir eksistensial.
“Setelah karya-karya suramnya, ia mengarahkan visinya ke Timur dengan suara yang kontemplatif,” ujarnya.
Karya Krasznahorkai dikenal menampilkan kehidupan di desa-desa Eropa Tengah yang sunyi, menggambarkan perjalanan manusia mencari makna di dunia tanpa iman.
Kritikus James Wood bahkan menyebut tulisannya “seperti mata uang langka” karena intensitas dan kedalaman refleksinya. Novel-novelnya seperti Satantango (1985) dan The Melancholy of Resistance (1989) telah diadaptasi menjadi film oleh Béla Tarr, sementara buku War & War (1999) ditulis saat ia tinggal di apartemen penyair Allen Ginsberg di New York.
Lahir di Gyula, Hungaria, pada 1954, Krasznahorkai awalnya belajar hukum dan sastra sebelum beralih menjadi penulis penuh waktu. Ia pernah menetap di Berlin Barat, Mongolia, Cina, dan Jepang, pengalaman yang memperluas perspektif spiritual dan filosofisnya.
Tulisannya dikenal dengan struktur kalimat panjang tanpa jeda, penuh intensitas dan kedalaman. Penerjemahnya, George Szirtes, menggambarkan karya Krasznahorkai “mengalir lambat seperti lava berat, menekan, tapi penuh motivasi.”
Karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Vietnam, melalui penerbit Nha Nam. Di antaranya War and War, The Satan Devil Dance, dan Satantango yang diterbitkan pada 2017 dan 2022.
Novel Satantango menyorot kehidupan warga desa pasca-runtuhnya koperasi, dengan tokoh Irimiás yang dipuja sebagai penyelamat, namun justru memanipulasi kepercayaan penduduk demi kepentingannya sendiri.
Kini, Krasznahorkai menetap di perbukitan Szentlászló, Hungaria, bersama keluarganya. Ia dikenal bukan hanya sebagai novelis, tetapi juga penulis esai, cerita pendek, dan naskah film.
Karyanya menjadi cermin eksistensial manusia modern antara harapan dan kehampaan, antara seni dan kehidupan.
Hadiah Nobel Sastra sendiri merupakan salah satu dari enam kategori Nobel yang diberikan sesuai wasiat Alfred Nobel. Akademi Swedia menyeleksi ratusan nominasi setiap tahun, dan prosesnya berlangsung berlapis dari Januari hingga Oktober sebelum satu nama dipilih melalui pemungutan suara dari 18 anggota Akademi.
Hanya sedikit yang tahu hasil akhir sebelum diumumkan, dan daftar finalis baru dibuka 50 tahun setelahnya.






