Bek Man Utd Lenny Yoro menegaskan optimisme baru timnya menjelang laga krusial Liga Premier melawan Tottenham, Sabtu (8/11/2025). Yoro menyebut budaya ruang ganti yang sempat negatif di musim lalu kini telah solid di bawah pelatih Ruben Amorim, seiring target tim kembali ke Liga Champions.
Bek muda Prancis senilai $68 juta itu mengakui musim debutnya 2024-2025, yang berakhir di peringkat 15, sangat berat dan emosional bagi seluruh skuad. “Musim lalu benar-benar terlalu emosional, bukan hanya untuk Amorim tetapi untuk kita semua,” kata Yoro kepada Guardian, mengenang kekalahan final Liga Europa dari Spurs.
Musim ini, menurut Yoro, atmosfer tim jauh lebih nyaman karena hasil yang mulai membaik dan lebih banyak waktu berlatih tanpa gangguan Liga Champions. “Pelatih tidak berubah, itu hanya hasil yang berbeda. Dan ketika Anda menang, semuanya di minggu depan menjadi sempurna,” ujarnya.
Perubahan budaya ini sejalan dengan visi Direktur Olahraga Jason Wilcox, yang menegaskan tidak ingin merekrut “Harlem Globetrotters” atau bintang yang bermain individualistis. Fokus Amorim kini adalah membangun skuad dengan disiplin tinggi, yang dibuktikan dengan perombakan musim panas yang melepas Antony dan Rashford, lalu mendatangkan pemain tim seperti Matheus Cunha dan Benjamin Sesko, katanya.
Yoro mengonfirmasi perombakan skuad senilai $250 juta itu sukses menghilangkan energi negatif dan faksi-faksi di ruang ganti. “Kita tidak bisa membangun apa pun dengan energi buruk, atmosfer negatif atau kepribadian yang tidak pantas. Sekarang, tidak ada kelompok teman yang terpisah dalam tim, hanya ada satu kelompok. Dan itu adalah hal yang terbaik,” tegas Yoro.
Meski sempat diminati Real Madrid dan mengalami musim terburuk klub, Yoro menegaskan tidak pernah menyesal memilih Man Utd dan percaya proyek Amorim berada di jalur yang benar. Pertarungan melawan Tottenham akhir pekan ini akan menjadi pembuktian sesungguhnya apakah optimisme baru Man Utd mampu menembus dominasi empat besar Liga Premier musim ini.






