Arsenal kembali membuktikan kekuatan mereka ketika Gabriel Martinelli mencatatkan namanya di papan skor. Statistik menunjukkan, setiap kali penyerang asal Brasil itu mencetak gol, The Gunners selalu berhasil meraih poin di Liga Premier.
Momen terbaru terjadi pada 21 September di Etihad Stadium. Masuk sebagai pemain pengganti, Martinelli mencetak gol penyeimbang di menit 90+3 yang membuat Arsenal terhindar dari kekalahan dan menutup laga dengan skor 1-1 melawan Manchester City. Gol ini tak hanya menyelamatkan tim, tetapi juga memperpanjang rekor pribadi sang striker.
Dengan tambahan itu, Martinelli kini tercatat sudah memainkan 38 laga Liga Premier di mana ia mencetak gol, dan Arsenal tidak pernah kalah sekalipun. Rekornya meluas hingga 47 pertandingan di semua ajang, menegaskan betapa pentingnya kontribusi penyerang berusia 24 tahun tersebut.
Meski demikian, catatan Martinelli masih berada di posisi kelima dalam daftar pemain dengan rekor tak terkalahkan saat mencetak gol di Liga Premier. Posisi teratas masih dipegang Gabriel Jesus, rekan senegaranya sekaligus kompatriot di lini depan Arsenal.
Jesus, yang lama membela Manchester City sebelum pindah ke Arsenal pada 2022, memimpin dengan 62 pertandingan tak terkalahkan ketika mencetak gol, terdiri dari 57 kemenangan dan 5 hasil imbang. Musim ini, ia memang belum tampil akibat cedera, namun kepulangannya nanti diyakini akan kembali membawa keberuntungan bagi klub London Utara tersebut.
Di bawah Jesus ada James Milner dengan 55 pertandingan. Sang gelandang veteran yang kini memperkuat Brighton itu mencatat rekor luar biasa bersama sejumlah klub besar, termasuk Liverpool dan Manchester City.
Diogo Jota dari Liverpool berada di urutan ketiga dengan 52 pertandingan, sementara mantan striker Aston Villa, Man City, dan Leicester, Darius Vassell, menempati posisi keempat dengan 46 laga.
Martinelli dengan 38 laga tak terkalahkan saat mencetak gol kini menutup daftar lima besar. Rinciannya adalah 30 kemenangan dan 8 hasil imbang, rekor yang menjadi bukti ketajaman sekaligus dampak signifikan setiap kali ia beraksi di depan gawang lawan.
Bagi Arsenal, kombinasi Jesus dan Martinelli bisa menjadi faktor kunci dalam perburuan gelar musim ini. Klub terakhir kali menjuarai Liga Premier pada 2004, dan harapan untuk mengulang prestasi itu sebagian besar akan bertumpu pada konsistensi lini depan mereka.
Setiap gol Martinelli kini bukan hanya sekadar tambahan angka di papan skor, melainkan juga simbol keberuntungan. Dan jika tren ini terus berlanjut, Arsenal bisa saja menjadikannya jimat menuju mahkota juara yang telah lama dinantikan.






