Nissan Cetak Laba $342 Juta Berkat Pasar Amerika, Krisis Chip Nexperia Menghantui

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 9 November 2025 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nissan

Nissan

Nissan Motor mencatat laba operasi $342 juta pada kuartal kedua tahun fiskal 2025 (Juli-September), membalikkan kerugian di kuartal pertama. Laba tertinggi dalam setahun ini didorong oleh restrukturisasi global dan penjualan kuat di Amerika Utara, meski perusahaan tetap mempertahankan proyeksi rugi setahun penuh.

Laba operasi $342 juta (51,5 miliar yen) ini naik 61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, jauh melampaui prediksi analis LSEG yang memperkirakan kerugian. Hasil positif ini merupakan buah dari rencana restrukturisasi drastis CEO Ivan Espinosa, yang memangkas pabrik global dari 17 menjadi 10 dan merampingkan 15 persen tenaga kerja.

Espinosa mengatakan penjualan di Amerika Utara meningkat tajam berkat strategi pemasaran yang lebih terfokus pada model produksi lokal. Meski demikian, Espinosa menegaskan Nissan tetap mempertahankan perkiraan rugi setahun penuh sebesar 275 miliar yen, “Ini adalah tahun transfer, jadi jumlahnya sama sekali tidak tinggi, tetapi dibandingkan dengan tujuan awal, kami mengalami kemajuan sesuai jadwal,” kata Espinosa.

Baca Juga :  Bentley Siapkan Continental GT Supersports Baru dengan Mesin V8

Proyeksi rugi ini, menurut Espinosa, didorong oleh risiko tarif tinggi di AS dan gangguan rantai pasokan, terutama krisis kekurangan chip dari Nexperia (Belanda). Krisis chip Nexperia telah memaksa Nissan mengumumkan rencana pemotongan produksi X-Trail di Jepang minggu depan dan penghentian produksi di pabrik COMPAS Meksiko mulai akhir November.

Laporan laba kuartal kedua Nissan ini menjadi paradoks di tengah ancaman krisis chip Nexperia yang membayangi. Keberhasilan restrukturisasi di Amerika Utara terbukti mampu menopang profitabilitas jangka pendek, namun ketergantungan rantai pasok pada satu komponen vital kini menjadi pertaruhan terbesar yang dapat menghapus seluruh capaian positif tersebut di sisa tahun fiskal.

Di pasar domestik Jepang, penjualan ritel Nissan justru turun 16,5 persen akibat kekhawatiran konsumen terhadap situasi keuangan perusahaan. Meski laba kuartal kedua ini menunjukkan tanda pemulihan, Nissan masih harus berjuang keras mengatasi tantangan eksternal dari tarif AS dan krisis chip Nexperia untuk meyakinkan kembali investor dan pelanggan.

Baca Juga :  Honda Siapkan Identitas Baru untuk Era Elektrifikasi, Logo Tanpa Bingkai Mulai 2027

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB