Nissan Tunda Proyek EV Baru, Hidupkan Kembali SUV Legendaris Xterra

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 10 Oktober 2025 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nissan Tunda Proyek EV Baru, Hidupkan Kembali SUV Legendaris Xterra (Carscoops)

Nissan Tunda Proyek EV Baru, Hidupkan Kembali SUV Legendaris Xterra (Carscoops)

Di tengah perlambatan permintaan kendaraan listrik global, Nissan Motor Co. memutuskan untuk menunda proyek mobil listrik (EV) terbarunya dan mengalihkan fokus ke kebangkitan SUV klasik bermesin V6, Nissan Xterra.

Langkah ini dinilai sebagai strategi realistis untuk menyeimbangkan inovasi elektrifikasi dengan permintaan pasar yang masih tinggi terhadap kendaraan konvensional bertenaga besar.

Menurut laporan Automotive News Japan, keputusan tersebut diambil setelah evaluasi internal terhadap proyeksi biaya produksi EV yang terus meningkat, sementara penjualan di segmen tersebut mulai melambat di sejumlah pasar utama, termasuk AS dan Eropa.

“Pasar EV masih tumbuh, tapi tidak secepat prediksi awal. Nissan ingin memastikan setiap peluncuran baru membawa profitabilitas jangka panjang,” ujar seorang sumber internal Nissan.

Baca Juga :  Volkswagen Kembali ke Tombol Fisik di Mobil Listrik Terbarunya, ID. Polo Jadi Pembuka Arah Desain Baru

Model Nissan Xterra terakhir diproduksi pada 2015 dan dikenal sebagai SUV tangguh berpenggerak empat roda (4×4) yang digemari di Amerika Utara dan Timur Tengah. Kini, Nissan berencana menghidupkan kembali Xterra dengan mesin V6 turbo 3.5 liter yang diklaim lebih efisien dan sesuai standar emisi terbaru.

Produksi akan dilakukan di pabrik Canton, Mississippi, mulai pertengahan 2026.

Meskipun terlihat mundur dari tren elektrifikasi, analis industri menilai langkah Nissan sebagai penyesuaian strategis terhadap realitas pasar.

“Tidak semua segmen siap sepenuhnya beralih ke listrik. Konsumen SUV di AS dan Timur Tengah masih memprioritaskan tenaga dan jarak tempuh,” jelas Akira Miura, analis dari JATO Dynamics Tokyo.

Sementara proyek EV yang ditunda akan dievaluasi ulang setelah 2026, Nissan memastikan tidak meninggalkan komitmen terhadap kendaraan ramah lingkungan. Perusahaan tetap melanjutkan pengembangan model hybrid e-Power serta memperluas kerja sama baterai solid-state dengan Envision AESC.

Baca Juga :  Toyota GR Supra: Harga, Spesifikasi, dan Keunggulan Mobil Sport Legendaris

Keputusan Nissan ini menunjukkan arah baru industri otomotif pasca-2024: produsen besar mulai mengevaluasi keseimbangan antara inovasi dan profitabilitas, memastikan transisi menuju kendaraan listrik dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB