Di tengah perlambatan permintaan kendaraan listrik global, Nissan Motor Co. memutuskan untuk menunda proyek mobil listrik (EV) terbarunya dan mengalihkan fokus ke kebangkitan SUV klasik bermesin V6, Nissan Xterra.
Langkah ini dinilai sebagai strategi realistis untuk menyeimbangkan inovasi elektrifikasi dengan permintaan pasar yang masih tinggi terhadap kendaraan konvensional bertenaga besar.
Menurut laporan Automotive News Japan, keputusan tersebut diambil setelah evaluasi internal terhadap proyeksi biaya produksi EV yang terus meningkat, sementara penjualan di segmen tersebut mulai melambat di sejumlah pasar utama, termasuk AS dan Eropa.
“Pasar EV masih tumbuh, tapi tidak secepat prediksi awal. Nissan ingin memastikan setiap peluncuran baru membawa profitabilitas jangka panjang,” ujar seorang sumber internal Nissan.
Model Nissan Xterra terakhir diproduksi pada 2015 dan dikenal sebagai SUV tangguh berpenggerak empat roda (4×4) yang digemari di Amerika Utara dan Timur Tengah. Kini, Nissan berencana menghidupkan kembali Xterra dengan mesin V6 turbo 3.5 liter yang diklaim lebih efisien dan sesuai standar emisi terbaru.
Produksi akan dilakukan di pabrik Canton, Mississippi, mulai pertengahan 2026.
Meskipun terlihat mundur dari tren elektrifikasi, analis industri menilai langkah Nissan sebagai penyesuaian strategis terhadap realitas pasar.
“Tidak semua segmen siap sepenuhnya beralih ke listrik. Konsumen SUV di AS dan Timur Tengah masih memprioritaskan tenaga dan jarak tempuh,” jelas Akira Miura, analis dari JATO Dynamics Tokyo.
Sementara proyek EV yang ditunda akan dievaluasi ulang setelah 2026, Nissan memastikan tidak meninggalkan komitmen terhadap kendaraan ramah lingkungan. Perusahaan tetap melanjutkan pengembangan model hybrid e-Power serta memperluas kerja sama baterai solid-state dengan Envision AESC.
Keputusan Nissan ini menunjukkan arah baru industri otomotif pasca-2024: produsen besar mulai mengevaluasi keseimbangan antara inovasi dan profitabilitas, memastikan transisi menuju kendaraan listrik dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.






