Pemotongan Insentif Picu Penurunan Permintaan Mobil Listrik di AS

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 10 Oktober 2025 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemotongan Insentif Picu Penurunan Permintaan Mobil Listrik di AS (Carscopps)

Pemotongan Insentif Picu Penurunan Permintaan Mobil Listrik di AS (Carscopps)

Penjualan mobil listrik (EV) di Amerika Serikat mengalami penurunan tajam sepanjang kuartal ketiga 2024 setelah pemerintah memangkas sejumlah insentif pajak dan subsidi pembelian kendaraan ramah lingkungan.

Langkah ini menimbulkan efek langsung terhadap permintaan pasar yang sebelumnya tumbuh pesat dua tahun terakhir.

Berdasarkan data dari Cox Automotive, penjualan EV di AS turun sekitar 12% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi di segmen kendaraan menengah dan SUV listrik, yang sebelumnya menjadi pendorong utama pertumbuhan industri.

Analis menilai kebijakan fiskal baru ini telah membuat harga kendaraan listrik kembali meningkat hingga rata-rata USD 3.000 per unit, sehingga daya beli konsumen menurun.

Baca Juga :  Mercedes Perkenalkan Teknologi Pengisian Daya 100 kWh dalam 10 Menit

“Pemangkasan insentif federal memengaruhi kepercayaan pasar. Banyak konsumen menunda pembelian karena menunggu kebijakan baru atau potongan harga dari produsen,” kata Jessica Caldwell, analis senior di Edmunds Automotive Insights.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah AS menyeimbangkan anggaran dan memfokuskan subsidi pada infrastruktur pengisian daya (charging infrastructure), bukan langsung kepada konsumen. Namun, langkah ini justru memperlambat transisi menuju kendaraan nol emisi, terutama di wilayah suburban yang belum memiliki jaringan pengisian luas.

Sejumlah produsen seperti Ford, General Motors, dan Rivian dilaporkan mengurangi target produksi untuk 2025 karena permintaan yang melemah.
GM bahkan menunda peluncuran beberapa model EV baru hingga semester kedua 2026. “Kami tetap berkomitmen pada elektrifikasi, namun perlu menyesuaikan strategi produksi sesuai kondisi pasar,” ujar juru bicara GM.

Baca Juga :  Nio ES9 Siap Jadi SUV Listrik Terbesar di China, Lebih Bongsor dari Escalade

Sementara itu, Tesla menjadi satu-satunya merek besar yang masih mencatat pertumbuhan positif berkat efisiensi rantai pasok dan strategi pemotongan harga agresif. Namun, analis memperingatkan bahwa kompetisi harga jangka panjang dapat menekan margin keuntungan perusahaan.

Penurunan permintaan ini memperlihatkan bahwa transisi energi bersih di AS masih rapuh, sangat bergantung pada kebijakan pemerintah dan kesiapan infrastruktur publik. Jika tidak diimbangi dengan kebijakan insentif yang berkelanjutan, adopsi kendaraan listrik berisiko melambat setelah dua tahun pertumbuhan eksponensial.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB