Penjualan Global Toyota Turun di November, China dan Amerika Selatan Jadi Beban

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjualan global Toyota Motor Corporation mengalami penurunan pada November 2025, mengakhiri tren pertumbuhan yang telah berlangsung selama sebelas bulan berturut-turut. Pelemahan permintaan di China dan Amerika Selatan menjadi faktor utama di balik koreksi tersebut, meski kinerja Toyota di Amerika Serikat tetap solid dan penjualan kendaraan listrik melonjak tajam.

Toyota mencatat penjualan global sebesar 900.011 unit sepanjang November. Angka ini turun 2,2 persen secara tahunan (year on year) dan menjadi penurunan bulanan pertama setelah reli panjang sepanjang tahun.

Penjualan Toyota di luar Jepang tercatat 769.789 unit, turun 2,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pasar domestik Jepang relatif stagnan dengan penjualan 130.222 unit.

Baca Juga :  Genesis Siapkan SUV Off-road Penantang G-Class dan Defender

Di tengah penerapan tarif impor kendaraan Jepang oleh Amerika Serikat, penjualan Toyota di Negeri Paman Sam justru masih tumbuh. Sepanjang November, Toyota menjual 212.772 unit kendaraan di AS, meningkat 2,7 persen secara tahunan.

Jumlah kendaraan yang diekspor ke AS, termasuk merek mewah Lexus, melonjak 16,7 persen menjadi 56.992 unit, menandakan permintaan konsumen yang tetap kuat.

Sebaliknya, kinerja Toyota di China mengalami tekanan signifikan. Penjualan di negara tersebut turun 12,1 persen menjadi 154.645 unit. Toyota menyebut berakhirnya subsidi di sejumlah wilayah serta sikap konsumen yang menunda pembelian sambil menunggu kebijakan baru dan versi terbaru model andalan seperti RAV4 sebagai penyebab utama.

Baca Juga :  Taksi Terbang Joby S4 Toyota Debut di Tokyo, Status Pra-Produksi

Penurunan lebih dalam terjadi di kawasan Amerika Selatan. Penjualan regional merosot 25,5 persen menjadi 32.463 unit, melanjutkan tren penurunan dari Oktober. Gangguan produksi di pabrik Toyota Brasil akibat kerusakan badai pada September turut berdampak, dengan penjualan di Brasil anjlok 37,2 persen dan di Argentina turun 39,4 persen.

Di Asia Tenggara, kinerja Toyota menunjukkan hasil yang bervariasi. Penjualan di Indonesia turun 6,4 persen menjadi 24.356 unit, dipengaruhi oleh pengetatan kredit, kondisi pasar yang lebih ketat, serta kebijakan pajak baru.

Sebaliknya, Thailand mencatat pertumbuhan 12,8 persen menjadi sekitar 19.305 unit, didorong oleh penjualan kuat model Yaris, meskipun pasar masih dibayangi kebijakan pengetatan pembiayaan.

Baca Juga :  Hyundai Santa Fe Hybrid Resmi Meluncur di Vietnam dengan Harga Hampir 1,37 Miliar VND

Sementara itu, India tetap menjadi salah satu pasar paling positif bagi Toyota. Penjualan di negara tersebut tumbuh 15,9 persen, didukung tingginya permintaan untuk model seperti Urban Cruiser Hyryder dan Innova Hycross.

Di tengah penurunan total penjualan, segmen kendaraan listrik (EV) justru menjadi sorotan utama. Penjualan EV Toyota melonjak 89,2 persen menjadi 21.513 unit, menembus angka 20.000 unit per bulan untuk pertama kalinya.

Model Toyota bZ4X yang diperbarui dan diluncurkan kembali pada Oktober mencatat pertumbuhan signifikan. Selain itu, kontribusi kendaraan listrik baru yang diluncurkan di China sejak Maret turut memperkuat momentum elektrifikasi Toyota di pasar global.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB