Pasar otomotif Eropa menunjukkan tanda pemulihan yang konsisten. Pada November 2025, penjualan mobil baru di Eropa kembali mencatat kenaikan, menandai pertumbuhan selama lima bulan berturut-turut. Lonjakan ini terutama didorong oleh meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik di sejumlah negara utama.
Data dari European Automobile Manufacturers Association (ACEA) menunjukkan bahwa total penjualan kendaraan baru di Uni Eropa, Inggris, dan negara-negara EFTA mencapai sekitar 1,1 juta unit, naik 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Khusus di Uni Eropa, penjualan meningkat 2,1 persen menjadi hampir 900 ribu unit.
Kendaraan Listrik Kian Dominan
Pertumbuhan pasar terutama ditopang oleh segmen kendaraan listrik. Pada November 2025, battery electric vehicle (BEV) menguasai 21 persen pangsa pasar di Uni Eropa, 26 persen di Inggris, dan hampir 98 persen di Norwegia, yang terus memimpin transisi kendaraan ramah lingkungan.
Secara keseluruhan, pendaftaran kendaraan listrik murni, hibrida, dan hibrida plug-in di Uni Eropa masing-masing naik 44,1 persen, 38,4 persen, dan 4,2 persen. Gabungan kendaraan elektrifikasi kini menyumbang 65,6 persen dari total pendaftaran mobil baru, meningkat signifikan dibandingkan 56 persen pada Agustus 2024.
Tantangan Industri Masih Membayangi
Meski tren pemulihan terlihat jelas, industri otomotif Eropa masih menghadapi sejumlah tantangan besar. Persaingan dengan produsen mobil China, tekanan dari kebijakan tarif impor Amerika Serikat, serta tuntutan regulasi lingkungan yang semakin ketat menjadi faktor yang terus membebani produsen.
Dalam perkembangan kebijakan, Komisi Eropa baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meninjau ulang larangan penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal mulai 2035. Langkah ini muncul setelah tekanan kuat dari produsen otomotif dan pelaku industri pendukung, dan dinilai sebagai perubahan signifikan dalam kebijakan hijau Uni Eropa.
Kinerja Merek: Volkswagen dan Renault Menguat
Dari sisi produsen, Volkswagen dan Renault mencatat pertumbuhan positif. Pendaftaran kendaraan baru Volkswagen meningkat 4,1 persen, sementara Renault naik 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, Stellantis mengalami penurunan 2,7 persen, mengakhiri tren pertumbuhan selama tiga bulan sebelumnya.
Sementara itu, Tesla mencatat penurunan pendaftaran sebesar 11,8 persen pada November, meski masih mencatat kinerja kuat di beberapa pasar seperti Norwegia. Pangsa pasar Tesla berada di kisaran 2,1 persen.
Di sisi lain, BYD, produsen asal China, mencatat lonjakan signifikan dengan pertumbuhan penjualan mencapai 221,8 persen, dan berhasil menyamai pangsa pasar Tesla di Eropa sebesar 2 persen.
Pemulihan Belum Kembali ke Level Pra-Pandemi
Meski tren pertumbuhan lima bulan berturut-turut memberikan sinyal positif, ACEA menilai bahwa volume penjualan mobil Eropa masih belum kembali ke level sebelum pandemi Covid-19. Namun demikian, meningkatnya adopsi kendaraan listrik menunjukkan bahwa transformasi struktural pasar otomotif Eropa terus bergerak maju.






