Pasar mobil China mencatat pertumbuhan penjualan yang kuat sebesar 6,6% pada September 2025, ditopang oleh lonjakan permintaan kendaraan energi baru (NEV). Namun, di tengah euforia “Golden September”, produsen mobil nomor satu Tiongkok, BYD, justru mencatat penurunan penjualan domestik pertamanya sejak Februari 2024.
Menurut data dari China Passenger Car Association (CPCA), total penjualan mobil domestik mencapai 2,27 juta unit bulan lalu. Segmen NEV, yang mencakup mobil listrik dan hibrida, menjadi motor penggerak utama dengan menyumbang 57,2% dari total penjualan dan mengalami pertumbuhan 15,5% dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan ini didorong oleh musim puncak penjualan dan program bantuan tukar tambah dari pemerintah daerah, meskipun beberapa di antaranya kini mulai dihentikan. Namun, di balik angka positif tersebut, inventaris dealer membengkak secara signifikan menjadi 3,04 juta unit, naik dari 2,6 juta unit pada bulan sebelumnya.
“Inventaris dealer membengkak secara nasional, membuat mereka menderita kerugian besar karena tekanan dari produsen. Pemerintah perlu segera memiliki kebijakan keuangan untuk mendukung sistem agensi kami,” seru Sekretaris Jenderal CPCA, Cui Dongshu.
Ketatnya persaingan terlihat jelas dari data penjualan. Sementara pangsa pasar domestik BYD turun menjadi 14% , para pesaingnya yang lebih kecil seperti Geely, Leapmotor, Xpeng, dan Xiaomi justru mencatat rekor penjualan. Di sisi lain, penjualan domestik Tesla juga turun 0,9%, menandai penurunan bulan ketiga berturut-turut, meskipun ekspornya tetap kuat.
Data penjualan September menunjukkan betapa sengitnya persaingan di pasar mobil China, terutama di segmen kendaraan listrik. Sementara penjualan secara keseluruhan positif, penurunan BYD dan menguatnya para pesaing yang lebih kecil menjadi sinyal bahwa lanskap industri otomotif Tiongkok sedang berubah dengan cepat.






