Penjualan Tesla di pasar-pasar utama global anjlok pada Oktober 2025, dengan Jerman mencatat penurunan terdalam hingga 53,5 persen. Di saat yang sama, rival utama dari China, BYD, justru mencatat lonjakan penjualan sembilan kali lipat di pasar Jerman, merebut pangsa pasar Tesla secara agresif.
Data Otoritas Transportasi Jerman (KBA), Senin (10/11/2025), menunjukkan Tesla hanya menjual 750 unit di Jerman pada Oktober. Sebaliknya, pasar mobil listrik Jerman tumbuh 47,7 persen, didorong oleh BYD yang menjual 3.353 unit bulan lalu, mengukuhkan dominasi merek China di jantung otomotif Eropa.
Kondisi serupa terjadi di China, di mana pengiriman pabrik Tesla Shanghai anjlok 32,3 persen dibanding September. Asosiasi Mobil China (CPCA) melaporkan Tesla hanya mengirim 61.497 unit (termasuk ekspor), mengindikasikan penjualan domestik China di bawah 50.000 unit, di tengah persaingan ketat dan perlambatan segmen EV kelas atas.
Di Australia, penjualan Tesla juga turun 37,4 persen, hanya 916 unit, dengan Model 3 anjlok 82,6 persen. Sebaliknya, Polestar milik Geely-China, justru mencatat peningkatan 38,6 persen di pasar Australia, dipimpin oleh Polestar 4.
Penurunan penjualan Tesla di tiga pasar vital—China, Jerman, dan Australia—ini, menurut analis, menandai berakhirnya era bulan madu Tesla dan dimulainya perang sesungguhnya melawan pabrikan China. Kejenuhan pasar Model Y dan strategi harga yang kaku kini menjadi bumerang, membuka celah bagi BYD dan Polestar untuk mendominasi segmen EV berbiaya rendah yang pasarnya lebih besar, katanya.
Analis memprediksi total pengiriman global Tesla pada 2025 hanya akan mencapai 1,64 juta unit, menandai tahun kedua penurunan penjualan global. Untuk bertahan dari krisis ini, Tesla dituntut segera memperluas portofolio produknya ke segmen EV murah yang kini dikuasai BYD.






