Penjualan Tesla Anjlok 53% di Jerman, BYD Justru Melonjak Sembilan Kali Lipat

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 11 November 2025 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil Tesla

Mobil Tesla

Penjualan Tesla di pasar-pasar utama global anjlok pada Oktober 2025, dengan Jerman mencatat penurunan terdalam hingga 53,5 persen. Di saat yang sama, rival utama dari China, BYD, justru mencatat lonjakan penjualan sembilan kali lipat di pasar Jerman, merebut pangsa pasar Tesla secara agresif.

Data Otoritas Transportasi Jerman (KBA), Senin (10/11/2025), menunjukkan Tesla hanya menjual 750 unit di Jerman pada Oktober. Sebaliknya, pasar mobil listrik Jerman tumbuh 47,7 persen, didorong oleh BYD yang menjual 3.353 unit bulan lalu, mengukuhkan dominasi merek China di jantung otomotif Eropa.

Kondisi serupa terjadi di China, di mana pengiriman pabrik Tesla Shanghai anjlok 32,3 persen dibanding September. Asosiasi Mobil China (CPCA) melaporkan Tesla hanya mengirim 61.497 unit (termasuk ekspor), mengindikasikan penjualan domestik China di bawah 50.000 unit, di tengah persaingan ketat dan perlambatan segmen EV kelas atas.

Baca Juga :  Kesulitan Aliansi Stasiun Pengisian Mobil Listrik China di Vietnam

Di Australia, penjualan Tesla juga turun 37,4 persen, hanya 916 unit, dengan Model 3 anjlok 82,6 persen. Sebaliknya, Polestar milik Geely-China, justru mencatat peningkatan 38,6 persen di pasar Australia, dipimpin oleh Polestar 4.

Penurunan penjualan Tesla di tiga pasar vital—China, Jerman, dan Australia—ini, menurut analis, menandai berakhirnya era bulan madu Tesla dan dimulainya perang sesungguhnya melawan pabrikan China. Kejenuhan pasar Model Y dan strategi harga yang kaku kini menjadi bumerang, membuka celah bagi BYD dan Polestar untuk mendominasi segmen EV berbiaya rendah yang pasarnya lebih besar, katanya.

Analis memprediksi total pengiriman global Tesla pada 2025 hanya akan mencapai 1,64 juta unit, menandai tahun kedua penurunan penjualan global. Untuk bertahan dari krisis ini, Tesla dituntut segera memperluas portofolio produknya ke segmen EV murah yang kini dikuasai BYD.

Baca Juga :  Tesla Untung Besar Usai Kanada Bebaskan Tarif Mobil Listrik Buatan China

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB