Penjualan pikap listrik Tesla Cybertruck dilaporkan melambat secara signifikan, dengan angka penjualan di kuartal ketiga 2025 turun 63% dari periode yang sama tahun lalu. Di tengah perlambatan ini, terungkap bahwa sejumlah besar unit Cybertruck justru dibeli secara massal oleh perusahaan lain milik Elon Musk, yakni SpaceX dan xAI.
Pada kuartal ketiga tahun ini, Tesla hanya menjual 5.385 unit Cybertruck, jauh dari harapan awal Elon Musk sebesar 250.000 unit per tahun. Perlambatan penjualan ini sejalan dengan tren pasar pikap listrik secara umum yang menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Ford F-150 Lightning masih memimpin segmen ini dengan penjualan 10.005 unit pada periode yang sama.
Laporan dari Electrek menunjukkan bahwa untuk menopang angka penjualan, ratusan unit Tesla Cybertruck telah dikirimkan ke fasilitas SpaceX dan xAI dalam beberapa pekan terakhir. Tesla juga dilaporkan menyerap sebagian unit yang tidak terjual ke dalam armada layanan internalnya sendiri.
“Laporan mengungkap bahwa SpaceX telah menerima ratusan Tesla Cybertruck di Starbase selama seminggu terakhir. Diperkirakan mereka akan menerima ratusan, bahkan ribuan unit lagi dalam beberapa minggu mendatang,” tulis laporan Electrek.
Analis memperkirakan bisnis Tesla Cybertruck dapat semakin memburuk pada kuartal terakhir tahun ini. Hal ini disebabkan berakhirnya insentif pajak sebesar 7.500 dolar AS di Amerika Serikat, yang sebelumnya mendorong lonjakan pembelian mobil listrik pada kuartal ketiga.
Langkah penjualan internal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai permintaan pasar yang sebenarnya untuk Tesla Cybertruck. Meskipun secara teknis legal, strategi ini dapat dianggap sebagai upaya untuk menopang angka penjualan secara artifisial di tengah persaingan pasar pikap listrik yang semakin ketat dan melambat.






