Permintaan Prabowo ke Anak Trump Bocor di KTT Gaza Mesir

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 14 Oktober 2025 - 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tanpa sengaja menjadi sorotan media internasional setelah sebuah rekaman percakapan pribadinya terekam oleh mikrofon terbuka saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza.

Insiden yang terjadi di Sharm El-Sheikh, Mesir, ini memicu spekulasi luas, terutama mengenai potensi hubungan bisnis atau diplomasi yang melibatkan keluarga mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam sela-sela pertemuan penting para pemimpin dunia pada Senin, 13 Oktober 2025 itu, Presiden Prabowo terdengar sedang berbicara dengan Donald Trump. Pembicaraan yang seharusnya bersifat privat itu ternyata terekam dan disiarkan, menangkap momen ketika Prabowo secara lugas menanyakan kemungkinan untuk bertemu dengan putra Trump.

“Bisakah saya bertemu Eric?” begitulah bunyi pertanyaan krusial yang terlontar dari Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters dan dikutip berbagai media asing lainnya. Eric yang dimaksud adalah Eric Trump, Wakil Presiden Eksekutif di Trump Organization, perusahaan properti dan bisnis yang dimiliki oleh keluarga Trump.

Rekaman yang menjadi viral tersebut lantas memperlihatkan respons langsung dari Donald Trump. “Saya akan meminta Eric menelepon,” jawab Trump. “Haruskah saya lakukan itu? Dia anak yang baik. Saya akan minta Eric menelepon.”

Momen canggung tersebut semakin menarik perhatian ketika Presiden Indonesia itu menimpali dengan mengatakan, “Kita akan cari tempat yang lebih baik.” Hal ini mengisyaratkan bahwa topik yang dibicarakan mungkin memerlukan kerahasiaan lebih tinggi atau lokasi yang lebih kondusif.

Baca Juga :  Strategi China Pulihkan Pariwisata, Perpanjang Bebas Visa 45 Negara Hingga 2026

Trump kemudian menegaskan kembali, “Saya akan meminta Eric menelepon.”

Baik Prabowo maupun Donald Trump tampaknya tidak menyadari bahwa mikrofon di dekat mereka, yang dipasang untuk merekam jalannya konferensi, masih aktif dan menangkap setiap kata dari obrolan santai itu. Kebocoran audio ini segera menjadi perbincangan panas.

Sebelum menanyakan tentang pertemuan dengan Eric Trump, Presiden Prabowo sempat menyinggung tentang sebuah wilayah yang digambarkan sebagai “tidak aman secara keamanan.” Frasa ini menambah misteri tentang konteks keseluruhan pembicaraan mereka.

Apakah ini terkait masalah keamanan nasional, atau hanya sekadar urusan bisnis di daerah berisiko?

Ketidakjelasan konteks ini yang kemudian menjadi bahan bakar utama perdebatan publik. Sejumlah pengamat mulai menafsirkan percakapan ini dari berbagai sudut pandang. Beberapa berpendapat ini hanya obrolan ringan di antara dua tokoh penting yang sudah saling mengenal. Namun, banyak pihak lain melihatnya sebagai potensi indikasi adanya kepentingan bisnis atau diplomasi tingkat tinggi yang sedang diupayakan.

Presiden Prabowo Subianto dikenal memiliki hubungan baik dengan Donald Trump. Kedekatan ini sering kali terlihat dalam berbagai pertemuan internasional, termasuk saat Trump secara terbuka memberikan pujian kepada Prabowo di hadapan delegasi KTT Perdamaian Gaza itu sendiri.

Baca Juga :  Rupiah Dibuka Stabil di Level Rp16.750 per Dolar AS, Pasar Masih Tunggu Arah Sentimen

Mengingat Eric Trump adalah salah satu tokoh kunci dalam menjalankan Trump Organization, pertanyaan Prabowo untuk bertemu dengannya secara spesifik jelas memicu spekulasi keterlibatan bisnis. Trump Organization memiliki rekam jejak investasi di Indonesia, termasuk proyek resor dan golf mewah yang sedang dikembangkan di Lido, Jawa Barat, dan Bali.

Pertemuan antara Presiden RI yang menjabat dan eksekutif puncak perusahaan properti asing, yang juga merupakan putra dari mantan dan calon kuat Presiden AS berikutnya, tentu menjadi isu yang sensitif. Pembahasan seperti ini rentan memunculkan pertanyaan seputar etika dan potensi konflik kepentingan, terutama ketika terjadi di sela-sela acara diplomatik resmi sekelas KTT Perdamaian.

Sampai saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Istana Negara maupun dari tim kepresidenan Indonesia terkait isi dan maksud dari percakapan yang terekam secara tak sengaja itu.

Hal ini membuat spekulasi terus berkembang di kalangan jurnalis dan analis politik, baik di dalam maupun luar negeri.

Sejumlah media Amerika Serikat, yang juga ikut mengutip rekaman tersebut, mempertanyakan apakah pembicaraan itu merupakan bagian dari lobi diplomatik informal atau memang murni urusan bisnis pribadi yang dibicarakan dalam momen yang kurang tepat. Keberadaan Prabowo di Mesir sejatinya adalah untuk mewakili Indonesia dalam upaya perdamaian kawasan.

Baca Juga :  Respons Menko Airlangga Tarif Trump 10 Persen, Strategi Amankan Ekspor RI

Dalam KTT tersebut, fokus utama dunia adalah tercapainya kesepakatan damai di Gaza. Kehadiran Prabowo adalah bentuk komitmen Indonesia dalam diplomasi internasional, terutama dalam isu kemanusiaan dan perdamaian.

Oleh karena itu, terselipnya pembicaraan mengenai pertemuan dengan Eric Trump di momen sepenting ini menarik perhatian lebih karena mengalihkan sedikit fokus dari agenda utama konferensi. Kejadian mic bocor ini sekali lagi menyoroti risiko komunikasi pribadi di ruang publik, terutama bagi para pemimpin negara.

Peristiwa di Sharm El-Sheikh ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara urusan negara, bisnis pribadi, dan diplomasi di tingkat elite global. Apa pun tujuan pastinya, permintaan pertemuan Presiden Prabowo kepada Eric Trump yang terekam secara tidak sengaja telah menjadi sorotan media internasional dan memicu berbagai perdebatan yang masih berlanjut hingga sekarang.

Insiden mic terbuka ini tidak mengubah fakta atau substansi hasil KTT Perdamaian Gaza itu sendiri, tetapi secara pasti menambah lapisan intrik dalam hubungan antara Indonesia, Amerika Serikat, dan jaringan bisnis keluarga Trump.

Semua mata kini tertuju pada kelanjutan dari janji Donald Trump untuk meminta Eric Trump menelepon Presiden Indonesia. Publik menunggu penjelasan resmi mengenai sifat dan tujuan dari potensi pertemuan tersebut.

Berita Terkait

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:14 WIB

Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB