Polsek Nusa Penida menunjukkan komitmen kuatnya untuk mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Klungkung, khususnya yang berkaitan dengan sektor pariwisata. Bentuk dukungan ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif kepolisian dalam kegiatan Sosialisasi ASN Berakhlak, yang berlangsung pada hari Jumat, 3 Oktober 2025.
Acara penting tersebut digelar di Ruang Rapat UPTD Bersama Nusa Penida. Sosialisasi ini bertujuan utama untuk menguatkan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, kehadiran kepolisian menegaskan peran mereka sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Mewakili Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya, S.H., adalah Panit Reskrim IPDA Anak Agung Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. Beliau menyampaikan pesan tegas dari institusi Polri.
Polri, melalui jajaran Polsek Nusa Penida, menyatakan siap siaga penuh untuk mengawal pemungutan retribusi pariwisata. Pengawalan ini bertujuan agar seluruh proses berjalan dengan transparan, tertib, dan yang paling krusial, bebas dari praktik pungutan liar (pungli).
Pariwisata merupakan urat nadi perekonomian Nusa Penida. Oleh karena itu, pengelolaan retribusi yang bersih dan akuntabel menjadi kunci utama untuk memajukan pembangunan daerah.
Ipda Mahendra mengingatkan seluruh petugas di lapangan mengenai sejumlah prosedur standar operasional yang tidak boleh diabaikan. Kedisiplinan adalah hal mutlak.
Petugas wajib hukumnya untuk selalu membawa surat tugas resmi saat bertugas. Selain itu, penggunaan seragam resmi juga ditekankan untuk menjaga citra dan menghindari penyalahgunaan wewenang.
Pemahaman mendalam terhadap Peraturan Daerah (Perda) mengenai retribusi pariwisata juga menjadi poin penekanan. Setiap petugas harus bekerja sesuai koridor hukum yang berlaku.
“Kami dari Polsek Nusa Penida tidak hanya hadir sebagai pengaman,” tegas Ipda Mahendra. “Kami hadir sebagai mitra pemerintah daerah dalam memastikan seluruh proses pemungutan retribusi berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.”
Beliau juga mengingatkan bahwa kelalaian sekecil apa pun dalam prosedur kerja dapat membuka celah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Mereka bisa saja menyalahgunakan situasi untuk kepentingan pribadi.
“Bekerjalah dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan jadilah garda terdepan dalam menjaga citra pariwisata Nusa Penida,” lanjut Panit Reskrim Polsek Nusa Penida tersebut. Pesan ini menekankan bahwa citra pulau wisata yang bersih bergantung pada integritas para petugas lapangan.
Kegiatan Sosialisasi ASN Berakhlak tersebut berlangsung dengan aman dan lancar, berakhir sekitar pukul 19.30 WITA. Kehadiran perwakilan kepolisian di forum ini memperkuat pesan tentang integritas dan akuntabilitas.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat kepolisian, dan para petugas retribusi di lapangan ini, diharapkan terwujud aparatur sipil yang berintegritas, profesional, dan berakhlak mulia. Targetnya adalah memastikan program retribusi pariwisata dapat berjalan efektif.
Efektivitas program ini pada akhirnya akan bermuara pada kemajuan pembangunan di wilayah Nusa Penida secara keseluruhan. Setiap rupiah yang terkumpul harus benar-benar digunakan untuk kemaslahatan publik.
Kapolsek Nusa Penida AKP I Ketut Kesuma Jaya, S.H., menambahkan penutup yang inspiratif mengenai peran vital petugas. Ia menyebut petugas retribusi adalah ujung tombak pembangunan daerah.
Dengan kedisiplinan, integritas yang tinggi, dan pemahaman aturan yang baik, semua pihak dapat bergerak bersama. Tujuannya adalah membangun Nusa Penida menjadi destinasi wisata yang tertib, maju, kompetitif, dan memiliki daya saing global.
Komitmen Polri untuk mengawal retribusi ini adalah langkah preventif strategis. Ini merupakan upaya nyata untuk memerangi potensi korupsi kecil yang kerap merusak kepercayaan publik dan menghambat pertumbuhan daerah.
Keberadaan petugas Polsek dalam sosialisasi ini juga sekaligus menunjukkan kesiapan mereka untuk menindak tegas pelanggaran hukum terkait pungli. Ini adalah janji untuk menjaga Klungkung, khususnya Nusa Penida, tetap bersih dari praktik kotor.
Inisiatif kepolisian ini menjadi contoh bagaimana sinergi antarlembaga dapat menciptakan tata kelola pariwisata yang lebih baik, di mana pendapatan daerah benar-benar dialokasikan untuk kepentingan masyarakat Klungkung.
Petugas ASN di Nusa Penida kini memiliki tanggung jawab ganda: sebagai pelayan publik yang berakhlak dan sebagai garda terdepan yang bebas dari pungli, didukung penuh oleh Polsek.
Semua rangkaian kegiatan tersebut diakhiri dengan harapan bahwa semangat ASN Berakhlak dapat benar-benar diimplementasikan dalam tugas sehari-hari.






