Pabrikan mobil sport mewah asal Jerman, Porsche AG, resmi merilis data penjualan global untuk tahun fiskal 2025. Sepanjang tahun tersebut, Porsche mengirimkan total 279.449 kendaraan kepada pelanggan di seluruh dunia. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 10% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 310.718 unit. Meski volume penjualan menurun, perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan strategi “value over quantity” (nilai di atas kuantitas) demi menjaga struktur produk yang sehat dan eksklusif di pasar global.
Faktor Penyebab dan Performa Pasar Regional
Matthias Becker, Anggota Eksekutif Penjualan dan Pemasaran Porsche AG, menjelaskan bahwa penurunan ini telah diantisipasi sebelumnya. Beberapa faktor utama yang memengaruhi hasil tersebut antara lain:
-
Kendala Pasokan: Terhentinya produksi model 718 dan Macan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) akibat regulasi keamanan siber baru di Uni Eropa.
-
Krisis Pasar China: Penjualan di China merosot tajam sebesar 26% (41.938 unit) akibat melemahnya permintaan di segmen mewah dan persaingan ketat di sektor kendaraan listrik.
-
Pasar Amerika Utara: Masih menjadi pasar terbesar bagi Porsche dengan pengiriman 86.229 unit, setara dengan performa tahun sebelumnya.
Porsche Macan kembali mengukuhkan posisinya sebagai model terlaris dengan total pengiriman 84.328 unit (naik 2%). Menariknya, lebih dari separuh penjualan Macan berasal dari varian bertenaga listrik murni (BEV). Di sisi lain, ikon mobil sport Porsche 911 berhasil mencetak rekor penjualan baru dengan 51.583 unit (naik 1%), didorong oleh antusiasme pasar terhadap teknologi powertrain T-Hybrid. Sebaliknya, model Taycan dan Cayenne mengalami penurunan pengiriman masing-masing sebesar 22% dan 21% akibat perlambatan pasar kendaraan listrik global dan siklus produk.
Tahun 2025 menandai tonggak penting dalam elektrifikasi Porsche. Sebanyak 34,4% dari total kendaraan yang dikirimkan adalah kendaraan listrik (gabungan BEV dan PHEV), meningkat dari tahun sebelumnya. Porsche kini menerapkan strategi “tiga jalur” sistem penggerak, yakni mesin bensin konvensional, plug-in hybrid (PHEV), dan listrik murni (BEV).
Menatap tahun 2026, Porsche akan berfokus pada keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Perusahaan juga berencana memperluas program personalisasi melalui layanan Exclusive Manufaktur dan Sonderwunsch untuk memenuhi keinginan pelanggan akan kendaraan yang unik dan eksklusif. Selain itu, pasar juga menantikan kehadiran Cayenne Electric yang dijadwalkan mulai dikirimkan secara masif pada musim semi ini.






