Senjata Usang Bangkit, Tren Lemparan ke Dalam Jarak Jauh Meledak 162% di Liga Premier

icon berita mobile

- Penulis Berita

Sabtu, 1 November 2025 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skenario panjang Jefferson Lerma menyebabkan gol Ismaila Sarr untuk Crystal Palace. Foto: Liga Premier

Skenario panjang Jefferson Lerma menyebabkan gol Ismaila Sarr untuk Crystal Palace. Foto: Liga Premier

Taktik lemparan ke dalam jarak jauh, yang lama dianggap usang, kini bangkit dan meledak di Liga Premier musim 2025-2026. Data sembilan putaran pertama menunjukkan peningkatan 162 persen penggunaan taktik ini, dari rata-rata 1,52 per laga musim lalu menjadi 3,99 per laga musim ini.

Total 359 lemparan ke dalam jarak jauh (minimal 20 meter ke kotak penalti) telah terjadi hanya dalam sembilan pekan, melampaui total 340 lemparan sepanjang musim 2020-2021. Brentford menjadi tim yang paling mengeksploitasi taktik ini dengan 47 lemparan, diikuti Crystal Palace (38) dan Sunderland (33).

Kebangkitan taktik lemparan jarak jauh ini, menurut analis, dipicu oleh efektivitasnya dalam menciptakan kekacauan di kotak penalti dengan biaya risiko minimal. Tim seperti Crystal Palace mencatat 18 tembakan dari situasi ini, membuktikan bahwa bola mati non-tradisional ini telah menjadi senjata baru yang sangat efisien, katanya.

Baca Juga :  Pemain Timnas Umroh Sebelum Bertanding Melawan Arab Saudi, Momen Spiritual di Ronde 4

Crystal Palace terbukti paling efektif memanfaatkan tren ini, menghasilkan 18 tembakan dengan expected goals (xG) 2,03. Brentford, yang dipimpin pelempar Michael Kayode, juga sukses menciptakan 17 tembakan (xG 1,53) dari taktik lemparan jarak jauh tersebut, salah satunya berbuah gol saat melawan Liverpool.

Sebaliknya, Liverpool menjadi tim terburuk dalam mengantisipasi taktik lemparan jarak jauh ini, kebobolan tiga gol. Pelatih Arne Slot mengakui timnya belum memiliki solusi atas masalah ini. Sementara itu, tim besar seperti Chelsea, Man City, dan West Ham tercatat paling jarang menggunakan taktik ini.

Tren taktis ini menunjukkan bahwa efisiensi bola mati kembali menjadi fokus utama di Liga Premier yang sangat kompetitif. Keberhasilan Brentford dan Crystal Palace mengubah lemparan ke dalam, yang dulu dianggap remeh, menjadi peluang gol yang setara dengan tendangan sudut, memaksa tim-tim lain untuk beradaptasi atau menjadi korban berikutnya.

Baca Juga :  Hasil Undian Grup Piala Dunia 2026 Brasil dan Prancis Masuk Grup Neraka

Berita Terkait

Persib Siap Jaga Rekor Sempurna di GBLA Saat Jamu Arema, Hodak: “Kami di Situasi yang Bagus”
Persib Bandung Imbangi Dewa United 2-2 di Tengah Kontroversi Wasit
Shin Tae-yong: VO2 Max Pemain Timnas Indonesia Setara Anak SD pada 2020
PSSI dan FFF Perancis Bersinergi Dorong Pengembangan Sepak Bola Putri Indonesia
Gairah De Bruyne ke Sepakbola Mulai Pudar, Akhir Sebuah Era?
Beckham Putra Menggila di GBK: Brace ke Gawang St. Kitts & Nevis, Timnas Menang 4-0
Skuad 23 Pemain Timnas Indonesia Versi John Herdman untuk Hadapi St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026
Usai Libur Idulfitri, Andrew Jung Tancap Gas Latihan Lagi Jelang Lawan Semen Padang
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:36 WIB

Persib Siap Jaga Rekor Sempurna di GBLA Saat Jamu Arema, Hodak: “Kami di Situasi yang Bagus”

Selasa, 21 April 2026 - 09:10 WIB

Persib Bandung Imbangi Dewa United 2-2 di Tengah Kontroversi Wasit

Selasa, 14 April 2026 - 20:55 WIB

Shin Tae-yong: VO2 Max Pemain Timnas Indonesia Setara Anak SD pada 2020

Minggu, 12 April 2026 - 10:53 WIB

PSSI dan FFF Perancis Bersinergi Dorong Pengembangan Sepak Bola Putri Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 20:05 WIB

Gairah De Bruyne ke Sepakbola Mulai Pudar, Akhir Sebuah Era?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB