Alur cerita ini menjanjikan intrik keluarga, romansa tak terduga, dan tentu saja, sentuhan sains fiksi yang unik.
Kisah ini berpusat pada Leo Jaso, CEO dari Jaso Group, sebuah konglomerasi yang bergerak di bidang teknologi. Leo Jaso digambarkan sebagai sosok yang sempurna secara profesional: cerdas, sukses, dan berkuasa. Namun, ia menyimpan rahasia pribadi yang sangat membatasi hidupnya alergi parah terhadap sentuhan fisik manusia.
Alergi ini membuatnya hampir tidak mungkin memiliki hubungan dekat, apalagi menjalin pernikahan yang diatur oleh keluarganya.
Masalah alergi ini menjadi alasan utama mengapa Leo Jaso sangat menghindari perjodohan yang terus didorong oleh sang nenek. Bagi neneknya, Leo harus segera menikah demi kelangsungan nama baik dan bisnis keluarga. Bagi Leo, sentuhan fisik yang normal adalah mimpi buruk, kecuali jika ia berinteraksi dengan robot atau teknologi.
Suatu malam, takdir mempertemukan Leo Jaso dengan Bintang Seno, seorang wanita biasa yang hidupnya jauh dari kemewahan Grup Jaso. Pertemuan ini berujung pada hubungan satu malam yang mengubah segalanya. Pagi harinya, saat terbangun, Leo menyadari sesuatu yang mengejutkan dan luar biasa.
Ia menyadari bahwa alergi sentuhan fisiknya tidak kambuh setelah semalaman menghabiskan waktu bersama Bintang Seno.
Kenyataan ini, yang melanggar semua pemahaman medis dan pribadinya, membuat Leo Jaso bertekad untuk mencari tahu identitas wanita misterius tersebut. Inilah yang menjadi awal dari kekacauan, romansa, dan keputusan uniknya untuk memesan asisten robot pengganti.
Alergi Sentuhan dan Beban CEO Jaso Group
Leo Jaso bukanlah CEO biasa. Di balik kesuksesan Jaso Group, yang mungkin berfokus pada teknologi canggih dan inovasi, terdapat tekanan besar dari hierarki keluarga. Tradisi dan ekspektasi menuntutnya untuk segera menemukan pasangan yang cocok untuk meneruskan garis keturunan.
Namun, alergi sentuhan kulit manusia yang dideritanya menjadi penghalang yang hampir mustahil untuk diatasi.
Alergi tersebut bukan hanya masalah fisik, melainkan masalah psikologis dan sosial. Ia harus menjaga jarak dari semua orang, hidup dalam gelembung pribadi yang terisolasi. Hal ini membuatnya selalu terlihat dingin dan tertutup di mata publik dan rekan kerjanya. Alerginya adalah kelemahan terbesarnya, sekaligus alasan ia harus mencari solusi yang sangat tidak konvensional, yaitu asisten robot pengganti.
Hubungan Satu Malam dengan Bintang Seno
Titik balik dalam hidup Leo terjadi pada malam yang tak terduga. Hubungan semalam yang ia jalani bersama Bintang Seno membuka sebuah realita baru. Ketika ia terbangun tanpa mengalami reaksi alergi, ia tahu bahwa Bintang adalah anomali yang harus ia pahami.
Bintang Seno, sosok yang mungkin memiliki aura atau karakteristik biologis unik, ternyata memiliki efek penawar pada alergi ekstrem Leo.
Kesadaran ini memicu obsesi pada diri Leo. Ia merasa Bintang Seno adalah kunci untuk melepaskan dirinya dari kungkungan penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun. Leo Jaso pun memulai perburuan untuk menemukan wanita itu.
Misi Pencarian dan Rencana Perjodohan
Sambil sibuk mencari Bintang Seno, tekanan dari neneknya semakin memuncak. Neneknya telah mengatur serangkaian perjodohan yang harus ia hadapi.
Untuk menghindari interaksi fisik yang bisa membahayakan kesehatannya atau mengungkap rahasia alerginya, Leo harus mencari cara yang paling ekstrem untuk mengulur waktu.
Leo, sebagai CEO di bidang teknologi, menggunakan keahliannya untuk merancang solusi yang radikal. Ia memesan asisten robot pengganti yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhannya. Robot ini harus mampu meniru manusia, terutama dalam hal sentuhan.
Robot itu dimaksudkan untuk menjadi tamengnya dari perjodohan dan interaksi fisik yang dituntut oleh lingkungan sosialnya. Rencana Leo adalah menggunakan robot ini sebagai pengganti dirinya dalam situasi sosial yang memerlukan kontak, sementara ia bersembunyi di balik teknologi.
Robot Asisten Pengganti Dikerahkan
Robot tersebut segera tiba dan menjadi bagian dari skema rumit Leo Jaso. Robot ini memiliki penampilan, suara, dan kemampuan interaksi yang menyerupai manusia, menjadikannya penyamaran yang nyaris sempurna di mata orang lain, terutama sang nenek yang mulai curiga.
Namun, Leo menyadari bahwa tidak ada teknologi yang bisa meniru keunikan Bintang Seno. Meskipun robot itu bisa mengatasi tuntutan sosial, robot tersebut tidak bisa menyembuhkan alerginya secara permanen, seperti yang dilakukan oleh Bintang. Leo Jaso menyadari bahwa ia tidak hanya mencari penawar, tetapi juga mencari Bintang yang asli.
Intrik Keluarga dan Kekacauan Identitas
Kedatangan robot sebagai asisten robot pengganti Leo Jaso tentu saja menimbulkan kekacauan. Nenek Leo menjadi curiga, mengamati tingkah laku cucunya yang kadang terasa kaku atau terlalu mekanis.
Di sisi lain, Bintang Seno akhirnya ditemukan oleh Leo, tetapi ia harus merahasiakan identitas aslinya karena situasi rumit yang sedang berlangsung.
Bintang Seno mungkin dipekerjakan oleh Grup Jaso, atau ia secara tidak sengaja terlibat dalam kehidupan Leo. Leo harus menjaga Bintang tetap dekat, baik untuk penelitian alerginya maupun karena perasaannya yang semakin kuat.
Di tengah semua ini, ia harus terus mengandalkan robot sebagai alter ego untuk mengatasi perjodohan yang menjerat. Kisah ini menjadi labirin kebohongan, romansa terlarang, dan teknologi canggih.
Perburuan Bintang dan Solusi Permanen
Pencarian akan Bintang Seno tidak lagi didasarkan pada alergi semata, tetapi juga pada ikatan emosional yang tak terhindarkan. Leo, seorang CEO yang dingin dan terisolasi, mulai merasakan kehangatan dan koneksi emosional yang hanya bisa diberikan oleh Bintang. Ia menyadari bahwa cinta sejati lebih penting daripada solusi teknologi apa pun.
Pada akhirnya, Leo Jaso harus menghadapi neneknya, mengungkapkan kebenaran tentang alerginya, dan menjelaskan mengapa ia membutuhkan Bintang, bukan robot, untuk hidup. Drama ini memuncak pada konfrontasi antara teknologi dan hati, antara kewajiban keluarga dan kebahagiaan pribadi.
Leo harus membuktikan bahwa Bintang Seno adalah penawar yang ia butuhkan, bukan karena sihir, melainkan karena cinta.
Asisten robot pengganti itu, yang tadinya merupakan penyelamat, kini menjadi pengingat akan ketidakmampuan teknologi untuk menggantikan keunikan koneksi manusia. Leo pada akhirnya harus memilih, apakah ia akan hidup dalam ilusi kenyamanan robotik, atau menghadapi dunia nyata bersama Bintang Seno, satu-satunya manusia yang sentuhannya tidak berbahaya.
Keputusan ini akan menentukan masa depan Jaso Group dan hatinya.
Kisah asisten robot pengganti ini merangkum narasi khas drama Tiongkok yang memadukan dunia bisnis, teknologi, dan romansa fantasi. Leo Jaso, dari seorang CEO yang terisolasi karena penyakit, berevolusi menjadi pria yang berani memperjuangkan cintanya dan kebenaran dirinya.






