Skandal “Super-Battery” Donut Lab, Terobosan Teknologi atau Sekadar Scam Otomotif?

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri kendaraan listrik (EV) tengah diguncang polemik besar menyusul klaim utopis dari perusahaan rintisan asal Finlandia, Donut Lab. Pada ajang CES 2026, anak perusahaan Verge Motorcycles ini mengklaim telah berhasil mengomersialisasi baterai solid-state (padat) penuh pertama di dunia dengan spesifikasi yang dianggap melampaui nalar teknologi saat ini.

Klaim tersebut langsung mendapat serangan tajam dari raksasa baterai asal China, Svolt. Ketua Svolt, Yang Hongxin, secara terbuka menyebut pengumuman tersebut sebagai penipuan yang dirancang hanya untuk menarik modal investasi.

Spesifikasi Donut Lab yang Menjadi Kontroversi

Donut Lab memperkenalkan baterai dengan parameter yang oleh banyak ahli disebut “mustahil” untuk dicapai secara bersamaan dengan teknologi saat ini:

  • Kepadatan Daya: .

  • Pengisian Daya: Terisi penuh hanya dalam 5 menit.

  • Masa Pakai: Hingga 100.000 siklus (jauh melampaui rata-rata industri yang berkisar di angka 1.000–3.000 siklus).

  • Ketahanan Ekstrem: Beroperasi stabil pada suhu hingga derajat Celcius.

  • Bahan Baku: Diklaim tidak mengandung lithium maupun tanah jarang, namun harga lebih murah dari baterai LFP.

“Siapa pun yang memiliki pemahaman dasar tentang teknologi akan menganggap ini tipuan. Setiap spesifikasi tersebut saling bertentangan secara teknis,” tegas Yang Hongxin dalam wawancara media lokal di China.

Peta Jalan Industri vs Klaim Donut Lab

Sikap skeptis dari Svolt dan para ahli baterai global didasarkan pada perbandingan dengan kemajuan para pemimpin pasar saat ini:

  1. Svolt: Baru memprediksi produksi massal baterai semi-solid-state pada 2026 dengan kepadatan hanya .

  2. Toyota, BYD, & CATL: Para raksasa ini hanya menargetkan produksi skala kecil atau tahap uji coba pada 2027, dengan estimasi produksi massal baru terwujud pada tahun 2030.

  3. Transparansi Teknis: Donut Lab menolak menerbitkan rincian teknis mendalam dengan alasan “keamanan,” sebuah langkah yang sering diidentikkan dengan kurangnya bukti ilmiah otentik dalam dunia riset.

Baca Juga :  Pejabat AS Peringatkan Kanada Terkait Ancaman Ekspansi Otomotif China

Svolt, yang merupakan spin-off dari Great Wall Motor (GWM), adalah pemain kunci dalam riset bahan baterai dunia. Serangan terbuka mereka terhadap Donut Lab menunjukkan tingginya tensi persaingan untuk memperebutkan posisi pelopor baterai masa depan.

Hingga saat ini, Donut Lab belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan “penipuan” yang dilayangkan pihak China tersebut. Jika Donut Lab gagal membuktikan klaimnya, hal ini dikhawatirkan akan menjadi noda baru bagi reputasi industri EV, menyerupai kasus-kasus startup otomotif masa lalu yang gagal memenuhi janji teknis besar mereka.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB