Taktik jenius Zinedine Zidane dalam debut El Clasico sebagai pelatih Real Madrid pada April 2016 kembali viral dan dibahas penggemar sepak bola, Sabtu (15/11/2025). Strategi Zidane kala itu sukses meredam trio lini depan menakutkan Barcelona, Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar (MSN), meski berstatus debutan menggantikan Rafael Benitez.
Dalam laga di Camp Nou itu, Zidane menerapkan skema pressing tinggi 4 lawan 3 yang spesifik dirancang untuk mematikan alur bola Barcelona sejak dari lini pertahanan. Instruksi Zidane kala itu terbukti sangat rinci dan efektif di lapangan.
Zidane menugaskan Cristiano Ronaldo untuk memotong umpan kiper ke bek tengah, sementara Gareth Bale menekan bek tengah kedua. Kunci utama taktik Zidane adalah menugaskan Karim Benzema untuk mengunci mati pergerakan Sergio Busquets, jangkar permainan Barcelona.
Taktik ini memaksa Busquets mundur jauh, sehingga Real Madrid unggul jumlah pemain di lini tengah. Zidane juga menginstruksikan Toni Kroos dan Luka Modric agar bola tidak sampai ke Andres Iniesta atau Ivan Rakitic. “Casemiro, dalam situasi itu, Anda ditemani oleh Iniesta,” perintah Zidane kala itu.
Strategi brilian Zidane di El Clasico 2016 ini, menurut para analis, menjadi cetak biru bagaimana pressing terkoordinasi mampu melumpuhkan sistem possession yang paling dominan sekalipun. Keberanian Zidane mematikan Busquets dan Iniesta, serta mengisolasi Messi secara kolektif, menjadi kunci kemenangan yang mengubah momentum Real Madrid di musim tersebut, katanya.
Jika bola terlanjur sampai ke Iniesta atau Rakitic, pemain Real Madrid diwajibkan menekan agresif agar bola kembali ke Busquets yang sudah terkunci. Skema ini berhasil membungkam umpan lurus Busquets, memaksa Barcelona bermain melebar ke sayap, di mana Suarez menjadi tidak berbahaya.
Kejeniusan taktik Zidane di El Clasico pertamanya itu terbukti sukses membawa Real Madrid membalikkan keadaan dan menang 2-1 di Camp Nou. Gol dari Benzema dan Ronaldo, yang hanya dibalas Pique, menjadi awal dari era dominasi baru Zidane di Eropa, yang dimulai dari kesuksesannya menjinakkan trio MSN.






