Film Primate adalah sebuah film horor yang siap meneror layar lebar di awal tahun 2026. Digarap oleh sutradara horor berpengalaman Johannes Roberts—yang dikenal lewat 47 Meters Down dan The Strangers: Prey at Night—film ini menjanjikan sensasi ketegangan yang brutal dan mengasyikkan. Lantas, mengapa Film Primate langsung mencuri perhatian kritikus dan penggemar horor?
Film ini pertama kali tayang perdana dalam Fantastic Fest pada September 2025 dan langsung mendapat respons positif, bahkan meraih skor mengesankan di Rotten Tomatoes. Alih-alih hantu atau rumah berhantu, film ini menghadirkan teror yang sangat nyata dan primitif: seekor simpanse kesayangan yang berubah menjadi monster akibat rabies.
Sinopsis Film Primate, Liburan Berubah Jadi Neraka
Inti cerita Film Primate berkisar pada liburan musim panas keluarga di Hawaii yang berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan. Karakter utama, Lucy (diperankan oleh Johnny Sequoyah), kembali ke rumah ayahnya, Adam (Troy Kotsur), dan bertemu kembali dengan simpanse peliharaan keluarga mereka yang bernama Ben.
Pada awalnya, Ben adalah primata yang lucu dan jinak, sangat disayangi oleh seluruh anggota keluarga, terutama sang ayah. Namun, suatu insiden mengubah segalanya. Ben tidak sengaja tergigit oleh seekor hewan yang terinfeksi rabies.
Penyakit mematikan ini dengan cepat mengubah Ben dari peliharaan yang manis menjadi makhluk buas yang dipenuhi amarah dan kegilaan. Ia mulai menyerang siapa pun yang ada di sekitarnya, memaksa Lucy, kakaknya Hannah, dan teman-teman mereka untuk berjuang mempertahankan hidup dalam isolasi di rumah liburan tropis tersebut.
Mereka harus menemukan cara untuk mengunci diri, bertahan hidup, dan menghentikan teror Ben yang semakin brutal. Situasi ini bukan hanya menguji keberanian mereka, tetapi juga ikatan keluarga di tengah ancaman yang tak terduga.
Mengapa Film Primate Layak Ditonton?
Bagi penggemar genre horor, Film Primate menawarkan beberapa elemen yang membuatnya berbeda dan menarik untuk disaksikan.
Inspirasi Horor Klasik dan Eksekusi Brutal
Sutradara Johannes Roberts secara terbuka menyebut film ini sebagai “old school horror,” mengambil inspirasi dari film horor ikonik seperti Cujo karya Stephen King. Konsep hewan peliharaan yang terinfeksi dan berubah menjadi pembunuh adalah formula horor klasik yang dihidupkan kembali dengan eksekusi yang lebih brutal dan cepat.
Para kritikus memuji film ini karena tidak ragu menyajikan adegan-adegan yang berdarah (gore) dan intens. Ben, sang simpanse, digambarkan sebagai sosok pembunuh yang kejam, mengingatkan pada ikon slasher tahun ’80-an, bahkan memiliki kemiripan dengan kecepatan dan keganasan velociraptor dari Jurassic Park.
Keterlibatan Aktor Pemenang Oscar
Salah satu daya tarik film ini adalah kehadiran aktor pemenang Academy Award, Troy Kotsur (CODA), sebagai Adam, sang ayah yang tunarungu. Perannya memberikan dimensi dan dinamika keluarga yang lebih dalam. Selain itu, kehadiran aktor disabilitas di film horor mainstream seperti ini menambah lapisan cerita yang unik dan menegangkan, terutama ketika komunikasi menjadi tantangan di tengah situasi berbahaya.
Tanggal Rilis dan Respons Awal
Setelah penayangan perdananya di Fantastic Fest, Film Primate mendapatkan sambutan yang hangat, menjanjikan tontonan horor yang brutal dan menghibur. Paramount Pictures menjadwalkan film ini akan dirilis secara teatrikal di Amerika Serikat pada 9 Januari 2026.
Secara keseluruhan, Film Primate adalah tontonan yang tepat bagi Anda yang merindukan sensasi horor binatang buas klasik. Dengan arahan yang cekatan, efek makhluk yang menyeramkan, dan konsep “Cujo tapi simpanse” yang sederhana namun efektif, film ini siap menjadi pembuka yang menegangkan di kalender horor tahun 2026. Jangan sampai melewatkan teror brutal dari Ben, simpanse gila yang akan mengubah liburan menjadi pertarungan untuk bertahan hidup!






