Tesla Catat Rekor Pendapatan $28,1 Miliar, Keuntungan Justru Anjlok

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendapatan kuartal ketiga Tesla mencapai rekor $ 28,1 miliar  (Reuters)

Pendapatan kuartal ketiga Tesla mencapai rekor $ 28,1 miliar (Reuters)

Tesla melaporkan pendapatan kuartal ketiga (Q3) 2024 mencapai rekor $28,1 miliar, melampaui ekspektasi analis berkat penjualan kendaraan listrik tertinggi. Namun, rekor pendapatan Tesla ini dibayangi oleh anjloknya keuntungan akibat lonjakan biaya operasional dan tarif impor baru.

Laba per saham Tesla hanya mencapai $0,50, di bawah perkiraan analis $0,55, dengan margin keuntungan mobil (tidak termasuk kredit emisi) turun menjadi 15,4 persen. Pendapatan dari kredit emisi yang sebelumnya vital, kini turun drastis menjadi $417 juta dari $739 juta tahun sebelumnya.

CFO Vaibhav Taneja mengatakan biaya operasional melonjak 50 persen, didorong oleh investasi besar-besaran pada AI, robot Optimus, dan perangkat lunak self-driving. Kebijakan tarif baru pemerintahan Donald Trump, menurutnya, turut membebani biaya komponen impor hingga $400 juta pada kuartal ini.

Baca Juga :  Audi E7X Terungkap: SUV Listrik Baru dengan Desain Produksi dan Performa 680 HP

Investasi besar Tesla di sektor AI dan robotika ini, menurut analis, menunjukkan pergeseran fokus perusahaan dari sekadar produsen mobil menjadi raksasa teknologi masa depan. Strategi Elon Musk ini mengorbankan keuntungan jangka pendek demi dominasi di sektor taksi robot dan Optimus, sebuah pertaruhan besar yang membuat investor terbelah, katanya.

Untuk menjaga permintaan di tengah hilangnya insentif pajak, Tesla terpaksa meluncurkan Model Y dan Model 3 versi “Standard” yang lebih murah dengan memotong fitur. CEO Elon Musk tetap menargetkan produksi massal Cybercab, Semi, dan robot Optimus dimulai pada akhir 2026.

Shawn Campbell dari Camelthorn Investments menilai laporan pendapatan Tesla ini tidak mengubah pandangan investor, memuaskan penggemar sekaligus menguatkan keraguan para skeptis. Laporan Q3 2024 ini menggarisbawahi tantangan berat Tesla dalam menyeimbangkan inovasi AI dan realitas pasar otomotif yang semakin kompetitif.

Baca Juga :  Tesla Rilis Model 3 Standard Versi Murah di Eropa untuk Hambat Penurunan Penjualan

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB