Toyota Land Cruiser kembali menjadi sorotan setelah laporan media Jepang menyebutkan kemungkinan hadirnya varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Kabar ini muncul tak lama setelah versi hybrid biasa diluncurkan di pasar Timur Tengah, menandakan bahwa Toyota tampaknya sedang memperluas strategi elektrifikasi untuk SUV legendarisnya.
Menurut Creative Trends, varian PHEV ini akan memungkinkan Land Cruiser 300 beroperasi sepenuhnya tanpa emisi dalam jarak pendek, sebuah langkah penting untuk memenuhi kebutuhan mobilitas perkotaan yang lebih ramah lingkungan. Namun, mesin pembakaran internal tetap disertakan agar kendaraan tetap tangguh di medan terpencil yang belum memiliki infrastruktur pengisian listrik memadai.
Land Cruiser 300 pertama kali meluncur pada 2021 dengan platform TNGA-F, membawa dua pilihan mesin V6: bensin twin-turbo 3.5 liter dan diesel turbo 3.3 liter. Baru-baru ini, Toyota menambahkan versi hybrid (HEV) dengan tenaga gabungan hingga 457 hp, menjadikannya varian Land Cruiser terkuat sepanjang sejarah.
Dengan hadirnya varian PHEV, Toyota diperkirakan akan menggabungkan mesin bensin 3.5L V6 dengan motor listrik lebih besar dan baterai berkapasitas tinggi. Kombinasi ini diyakini mampu meningkatkan performa di jalan raya maupun jalur off-road, sekaligus memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna.
Meski begitu, penambahan motor listrik dan baterai besar membawa konsekuensi. Bobot kendaraan akan meningkat, sementara ruang kabin dan bagasi kemungkinan sedikit menyusut. Konfigurasi kursi pun mungkin dibatasi hanya untuk lima penumpang. Kapasitas tangki bahan bakar juga diprediksi lebih kecil dibanding versi bensin atau hybrid standar, mengikuti tren pengurangan serupa pada model Toyota lainnya.
Sebagai pembanding, Toyota Alphard memiliki tangki 75 liter, sementara pada versi HEV kapasitasnya berkurang menjadi 60 liter dan PHEV hanya 47 liter. Hal serupa kemungkinan terjadi pada Land Cruiser 300 PHEV.
Rumor mengenai varian PHEV Land Cruiser sebenarnya sudah beredar sejak 2023. Bahkan disebutkan bahwa Toyota juga mempertimbangkan opsi serupa untuk Land Cruiser Prado. Hingga kini, Prado ditawarkan dalam pilihan mesin bensin, diesel, dan hybrid tergantung pasar. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Toyota memang telah menyiapkan strategi elektrifikasi menyeluruh untuk seluruh lini Land Cruiser.
Menariknya, per September 2025, Toyota dikabarkan menangguhkan pesanan untuk Land Cruiser versi bensin di Jepang, sekaligus membatasi distribusi varian diesel. Langkah ini semakin memperkuat spekulasi bahwa Toyota akan segera menambahkan pilihan powertrain baru, termasuk PHEV, untuk pasar domestik maupun global.
Jika benar terealisasi, kehadiran Toyota Land Cruiser 300 PHEV akan menjadi babak baru dalam sejarah SUV tangguh ini. Tidak hanya mempertahankan reputasi sebagai kendaraan segala medan, tetapi juga beradaptasi dengan tuntutan era elektrifikasi.






