Operator Amerika Verizon mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 13.000 karyawan sebagai bagian dari reorganisasi strategis, Jumat (21/11/2025). Keputusan ini diambil untuk memangkas biaya dan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) lebih dalam ke operasional perusahaan.
CEO Verizon Dan Schulman menjelaskan restrukturisasi ini perlu dilakukan karena struktur biaya saat ini menghambat kemampuan investasi. Perusahaan kini menunjuk Alfonso Villanueva, mantan eksekutif senior PayPal dan Singtel, sebagai Chief Transformation Officer (CTO) untuk memimpin perubahan besar tersebut.
Langkah PHK Verizon ini diiringi inisiatif luar biasa yang jarang terjadi di sektor teknologi: perusahaan menyiapkan dana $20 juta untuk karyawan terdampak. Dana ini khusus dialokasikan untuk pengembangan keterampilan digital, pelatihan spesialisasi AI, dan bantuan reklasifikasi profesional bagi 13.000 karyawan Verizon.
“Dana $20 juta untuk pelatihan ulang ini, menurut pengamat industri, adalah pengakuan implisit Verizon bahwa PHK ini dipicu oleh otomatisasi dan AI. Inisiatif ini menjadi model baru bagi perusahaan teknologi, menunjukkan tanggung jawab etis untuk tidak sekadar membuang pekerja, tetapi menginvestasikan kembali sumber daya manusia mereka agar relevan di era AI yang sedang pesat,” katanya.
Alfonso Villanueva akan bertanggung jawab mengelola tim yang berfokus pada strategi, analisis data, AI, dan rantai pasokan untuk optimasi digital. Dengan pengalaman di Singtel dan PayPal, Villanueva diharapkan mampu mempercepat akselerasi digital Verizon, menstabilkan perusahaan di tengah lingkungan bisnis yang kompetitif.
Gelombang PHK Verizon ini mencerminkan transisi brutal industri telekomunikasi yang dipaksa menjadi lebih ramping oleh teknologi AI. Namun, keputusan Verizon mengucurkan dana $20 juta untuk pelatihan ulang karyawannya menjadi preseden penting yang menantang perusahaan teknologi lain untuk melakukan hal serupa.






