Wanda Hamidah, artis sekaligus politisi yang dikenal juga sebagai aktivis, tengah berada dalam perjalanan misi kemanusiaan menuju Gaza. Lewat unggahan di media sosial, ia membagikan potret dirinya saat singgah di Portopalo, Italia, seraya menulis, “So here I am happy and healthy sailing to Gaza.”
Wanda tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF), sebuah koalisi aktivis internasional yang berupaya mengirim bantuan kemanusiaan ke Palestina melalui jalur laut. Namun, perjalanan ini tidak mulus. Kapal Nusantara yang disewa tim, termasuk Wanda bersama dua aktivis asal Indonesia, Fathur Harits dan Muhammad Husein, terkendala perizinan berlayar. Sebelumnya, mereka juga sempat tertahan di Italia akibat kapal harus diperbaiki sebelum kembali berlayar.
GSF sendiri dikenal sebagai gerakan solidaritas global yang berfokus pada upaya menembus blokade Gaza dengan membawa bantuan langsung ke masyarakat Palestina. Meski penuh risiko, langkah ini dianggap penting sebagai bentuk dukungan nyata terhadap warga yang setiap hari menjadi korban konflik berkepanjangan.
Wanda Hamidah bukan nama baru di dunia publik. Sebelum terjun ke politik lewat PAN dan NasDem, ia lebih dulu dikenal sebagai aktris, model, notaris, sekaligus aktivis sosial. Ia juga kerap disebut memiliki garis keturunan dari Pangeran Diponegoro, sosok penting dalam sejarah perlawanan terhadap kolonial Belanda dalam Perang Jawa pada abad ke-19.
Ketika ditanya alasan ikut berlayar ke Gaza, jawabannya sederhana namun penuh makna. Wanda mengaku tak sanggup lagi hanya berdiam diri menyaksikan rakyat Palestina dibunuh secara brutal setiap hari, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang tua lanjut usia.
Lewat akun Instagram pribadinya pada Jumat (19/9/2025), ia menuliskan doa dan harapan yang kuat. “Semoga Allah tundukkan lautan, angin, matahari, bintang, bukan dalam pelayaran ini. Semoga Allah melindungi seperti Allah melindungi Nabi Musa AS dari pasukan Fir’aun.”
Perjalanan Wanda bersama para aktivis GSF masih menghadapi banyak tantangan. Namun, tekad mereka untuk membawa pesan kemanusiaan ke Gaza menjadi bukti nyata bahwa solidaritas lintas bangsa dan profesi tetap hidup.






