Mantan striker Manchester United Wayne Rooney melontarkan peringatan keras bahwa Liverpool terancam mengalami kemerosotan jangka panjang, menyusul jejak Man Utd pasca-Ferguson. Peringatan ini disampaikan Rooney setelah Liverpool menelan kekalahan telak 0-3 di Anfield dari Nottingham Forest, Minggu (23/11/2025).
Rooney menyebut juara bertahan Liga Premier itu harus segera mencari pemimpin yang mampu membangkitkan ruang ganti sebelum semuanya terlambat. “Liverpool kuat, tetapi sangat sulit,” kata Rooney kepada Daily Mail. “Pada awal musim, bahkan ketika mereka memenangkan pertempuran, mereka berjuang untuk menunjukkan bentuk mereka. Para pemimpin ruang ganti harus tahu bagaimana untuk menghidupkan kembali tim. Jika tidak, seperti Man Utd di musim terakhir dan Tottenham musim lalu, mereka akan terjun.”
Performa pertahanan Liverpool berada di tingkat mengkhawatirkan, kebobolan 20 gol hanya dalam 12 putaran, jauh lebih buruk dari musim lalu (41 gol dalam 38 laga). Rooney menilai Liverpool terlalu terbuka, padahal hal termudah yang harus dilakukan saat krisis adalah memperketat pertahanan.
Rooney menjelaskan bahwa Liverpool harus kembali ke fondasi dasar dengan bermain ketat agar kepercayaan diri tim pulih dan menemukan kembali performa terbaik. “Hal termudah untuk dilakukan ketika Anda berada dalam kesulitan adalah untuk mendapatkan kembali kebugaran Anda yang baik dan bermain ketat. Tetapi saat ini, Liverpool bermain sangat terbuka dan mudah tertangkap,” tambah Rooney.
Perbandingan Rooney dengan Man Utd dan Tottenham memiliki dasar yang kuat: kedua klub tersebut gagal mempertahankan posisi empat besar dalam beberapa musim terakhir setelah era emas mereka berakhir. Hilangnya konsistensi di Liga Premier pasca-era Klopp dan ambisi besar belanja $500 juta musim panas lalu kini menjadi bumerang, menunjukkan masalah Liverpool lebih dalam daripada sekadar kesalahan taktis di lapangan, katanya.
Kekalahan 0-3 dari Nottingham yang notabene tim papan bawah menjadi titik terendah bagi Liverpool di bawah Arne Slot, yang kini tertinggal 11 poin dari Arsenal. Kritik Wayne Rooney menjadi cermin pahit bagi para pemimpin tim, yang harus segera menemukan solusi sebelum Liverpool benar-benar kehilangan kelas dan terlempar dari persaingan Eropa.






