Mercedes-Benz memperlihatkan terobosan besar dalam teknologi kendaraan listrik dengan memperkenalkan sistem pengisian daya super cepat 100 kWh hanya dalam 10 menit.
Inovasi ini dianggap sebagai langkah penting untuk mengatasi hambatan terbesar dalam adopsi mobil listrik: waktu pengisian baterai yang lama.
Teknologi tersebut dikembangkan oleh Mercedes-Benz High Performance Powertrains (HPP) divisi yang juga mengerjakan sistem tenaga mobil Formula 1.
Dalam uji coba internal, sistem baru ini mampu mengisi baterai 10% hingga 80% dalam waktu di bawah 10 menit, menggunakan arus 800 volt dan sistem pendinginan cair canggih untuk menjaga suhu baterai tetap stabil selama pengisian cepat.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman pengisian secepat mungkin tanpa mengorbankan keamanan dan umur baterai,” ujar Markus Schäfer, Chief Technology Officer Mercedes-Benz AG.
Ia menambahkan bahwa teknologi ini merupakan hasil riset bertahun-tahun yang menggabungkan material baterai baru berbasis anoda silikon dan algoritma pengisian adaptif.
Teknologi pengisian super cepat ini akan pertama kali digunakan pada Mercedes EQS generasi berikutnya yang dijadwalkan meluncur pada akhir 2026.
Selain itu, Mercedes juga berencana membangun jaringan stasiun pengisian daya ultra-cepat di Eropa dan Amerika Utara melalui kemitraan dengan ChargePoint dan Ionity.
Analis menilai langkah Mercedes ini merupakan strategi percepatan elektrifikasi premium, sekaligus jawaban terhadap tantangan yang dihadapi seluruh industri EV.
“Ketika waktu pengisian setara dengan pengisian bahan bakar, hambatan psikologis terhadap kendaraan listrik akan hilang,” kata Oliver Blume, analis otomotif Eropa dari Handelsblatt.
Selain mempercepat pengisian, sistem baru ini diklaim meningkatkan efisiensi energi hingga 95%, serta mampu menahan lebih dari 2.000 siklus pengisian tanpa degradasi signifikan.
Mercedes menegaskan teknologi ini akan menjadi fondasi bagi seluruh lini EV masa depan, memperkuat posisinya sebagai pionir mobil listrik mewah dengan efisiensi tinggi.






