Sebanyak 50 warga korban kebakaran di Jalan Pangeran Tubagus Angke, RT 11/07, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, menjalani pemeriksaan kesehatan di lokasi pengungsian yang berpusat di Madrasah Miftahul Huda.
Camat Tambora, Holi Susanto, memastikan tim medis sudah disiagakan di lokasi sejak awal evakuasi. “Sekarang di lokasi pengungsian sudah ada dokter dan tenaga kesehatan yang membantu penanganan, karena ada beberapa warga yang shock setelah kebakaran,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (10/10/2025) sore.
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Angke. Petugas medis, Endang, menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi cek tensi, gula darah, dan saturasi oksigen bagi para pengungsi. “Untuk warga lansia, kami juga berikan obat-obatan yang tertinggal saat kebakaran,” katanya.
Endang menambahkan, pemeriksaan kesehatan tidak hanya difokuskan pada orang dewasa. Balita dan anak-anak juga mendapatkan perhatian khusus melalui pemeriksaan gizi. “Tadi satu balita sudah diperiksa, masih ada tiga lagi yang menunggu giliran,” sebutnya.
Langkah ini menjadi bagian dari penanganan awal bagi para korban agar kondisi kesehatan mereka tetap terjaga selama masa pemulihan. Pihak kecamatan juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jakarta Barat untuk memastikan ketersediaan obat, alat medis, dan dukungan psikososial bagi warga terdampak.
Selain itu, petugas berupaya menjaga kebersihan lingkungan pengungsian agar tidak muncul potensi penyakit menular. Pemeriksaan lanjutan akan terus dilakukan hingga para warga dapat kembali ke rumah mereka dengan kondisi aman dan sehat.






