Raksasa teknologi Xiaomi semakin serius menapaki industri otomotif. Setelah kesuksesan lini SU7 dan YU7, kini perusahaan asal Tiongkok itu menguji SUV terbarunya, YU9, di medan ekstrem ketinggian 4.000 meter di Xinjiang.
Serangkaian foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan kendaraan prototipe itu sedang diuji di jalur pegunungan Tashkurgan, salah satu rute tertinggi dan paling menantang di Tiongkok. CEO Xiaomi, Lei Jun, mengonfirmasi langsung kabar tersebut melalui akun Weibo pribadinya. Ia menyebut pengujian dilakukan di jalur sepanjang 20 kilometer dengan lebih dari 600 tikungan di ketinggian rata-rata 3.500 meter.
“Ini adalah salah satu jalan paling berat di Xinjiang,” tulis Lei Jun. Uji coba juga mencakup kunjungan ke Danau Karakul di ketinggian 3.600 meter, dekat Gunung Mitzgahh Ata, untuk menilai ketahanan mobil terhadap suhu rendah dan paparan sinar UV tinggi.
Tak hanya Lei Jun, pengujian tersebut turut dihadiri oleh Hu Zhengnan (penasihat), Zhang Jianhui (wakil ketua), dan Yu Kai (direktur divisi produk otomotif). Kehadiran jajaran petinggi ini menunjukkan bahwa Xiaomi tengah memasuki tahap pra-peluncuran besar-besaran, sebagaimana pernah dilakukan menjelang perilisan SU7 dan YU7.
Lebih dari 20 insinyur terlibat dalam pengujian, menilai performa, pengisian daya, dan daya tahan komponen mobil. Foto yang bocor dari akhir 2024 mengindikasikan YU9 akan menggunakan powertrain hibrida dengan sistem perluasan jangkauan. Dugaan itu semakin kuat karena adanya knalpot pada prototipe. Kapasitas baterainya diperkirakan mencapai 80 kWh dengan jarak tempuh lebih dari 400 kilometer secara elektrik.
Secara dimensi, mobil ini tergolong besar dengan panjang sekitar 5,2 meter dan lebar 1,8 meter, menempatkannya di segmen SUV kelas D. Beberapa foto interior menunjukkan desain yang berbeda dari SU7, kemungkinan tanpa konsep dua layar utama. YU9 juga dikabarkan akan dilengkapi sensor LiDAR untuk sistem bantuan mengemudi tingkat lanjut, meski versi prototipe masih menampilkan konfigurasi bervariasi.
Menurut laporan Deutsche Bank, Xiaomi Auto menargetkan peluncuran resmi SUV hibrida besar pada tahun 2026, yang diyakini merujuk pada YU9. Sementara itu, pengiriman lebih dari 40.000 unit SU7 dan YU7 pada September 2025 menunjukkan momentum kuat Xiaomi di pasar kendaraan listrik. Kehadiran YU9 di Xinjiang menjadi sinyal bahwa proyek ini sudah memasuki tahap pengujian lanjutan sebelum produksi massal dimulai.
Dengan kondisi cuaca ekstrem, ketinggian tinggi, dan kehadiran langsung para petinggi, uji YU9 ini menjadi bukti bahwa Xiaomi tak hanya bereksperimen tetapi berambisi menantang pabrikan otomotif besar di segmen SUV premium.






